Kompas.com

  • Mode Terang
  • Gabung Kompas.com+
  • Konten yang disimpan
  • Konten yang disukai
  • Berikan Masukanmu

www.kompas.com

  • Megapolitan
  • Surat Pembaca
  • Kilas Daerah
  • Kilas Korporasi
  • Kilas Kementerian
  • Sorot Politik
  • Kilas Badan Negara
  • Kelana Indonesia
  • Kalbe Health Corner
  • Kilas Parlemen
  • Konsultasi Hukum
  • Apps & OS
  • Tech Innovation
  • Kilas Internet
  • Elektrifikasi
  • Timnas Indonesia
  • Liga Indonesia
  • Liga Italia
  • Liga Champions
  • Liga Inggris
  • Liga Spanyol
  • Internasional
  • Sadar Stunting
  • Spend Smart
  • Smartpreneur
  • Kilas Badan
  • Kilas Transportasi
  • Kilas Fintech
  • Kilas Perbankan
  • Tanya Pajak
  • Sorot Properti
  • Tips Kuliner
  • Tempat Makan
  • Panduan Kuliner Yogyakarta
  • Beranda UMKM
  • Jagoan Lokal
  • Perguruan Tinggi
  • Pendidikan Khusus
  • Kilas Pendidikan
  • Jalan Jalan
  • Travel Tips
  • Hotel Story
  • Travel Update
  • Nawa Cahaya
  • Ohayo Jepang

Cara Membuat Bisnis Plan yang Baik dan Benar, Ini Langkah Awal untuk Memulai Usaha

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

Memulai sebuah bisnis memang seringkali menjadi salah satu tantangan tersendiri khususnya bagi para pemula.

Tantangan ini tidak hanya datang saat mencari ide bisnis, melainkan juga dalam penyusunan strategi bisnis, pengelolaan biaya, penetapan target pasar, dan masih banyak lagi.

Saat kamu sudah memutuskan untuk membuka sebuah bisnis, kamu membutuhkan tekad dan kesungguhan, misalnya dalam membuat perencanaan bisnis, atau yang lebih dikenal dengan nama bisnis plan.

Bisnis plan ini adalah suatu dokumen tertulis yang perlu dipersiapkan oleh setiap pengusaha sebelum menjalankan bisnisnya.

Dokumen bisnis plan ini berisi tujuan bisnis, strategi pemasaran yang akan digunakan, sasaran atau target pasar yang akan dituju, serta berbagai unsur eksternal dan internal lainnya yang perlu diperhitungkan dalam bisnis yang akan kamu jalankan.

Bagi kamu yang berencana untuk menggeluti bisnis dalam skala yang kecil, kamu juga tetap membutuhkan bisnis plan untuk membantu kelancaran bisnis kamu kedepannya.

Jadi, bagaimana sebenarnya cara yang tepat untuk membuat bisnis plan? Yuk, simak langkah-langkahnya berikut ini.

Cara Tepat Membuat Bisnis Plan yang Baik dan Benar

1. melakukan riset bisnis.

Riset merupakan dasar utama dalam bisnis plan yang akan kamu buat.

Jadi saat kamu ingin memulai sebuah bisnis, kamu harus melakukan riset dengan sangat detail dan harus menyesuaikan dengan selera pasar.

Melalui riset, kamu akan lebih memahami situasi dalam dunia bisnis, sehingga saat terjadi kesulitan di masa mendatang, kamu bisa menanganinya lebih cepat karena kamu sudah mengetahui seluk beluk bisnismu sendiri.

Selain itu, riset juga bisa dijadikan sebagai sebuah patokan untuk mengembangkan produk baru dan memperluas jaringan bisnis kamu ke berbagai macam kalangan.

2. Menetapkan Visi, Misi, dan Tujuan Bisnis

Visi, misi, serta tujuan sebenarnya merupakan hal yang paling umum ditemui dalam sebuah bisnis.

Tiga komponen ini wajib dimiliki karena akan membuat perjalanan bisnis kamu menjadi lebih terarah dan tertata dengan baik.

Tidak hanya tujuan jangka pendek, kamu juga tidak boleh lupa untuk membuat tujuan jangka panjang supaya bisnis kamu bisa terus berinovasi dan bergerak maju, tidak hanya stuck di satu titik saja.

3. Membuat Company Profile

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Jangan lupa juga untuk mencantumkan step by step kamu dalam membangun bisnisnya, produk apa saja yang kamu tawarkan, target pasar mana yang akan kamu tuju, dan jumlah sumber daya yang kamu miliki saat ini.

Saat bisnis kamu perlahan mulai berkembang, keberadaan company profile ini akan semakin memudahkanmu dalam mencari investor untuk mendanai bisnismu.

4. Mencatat Transaksi Keuangan

Saat ada calon investor yang tertarik untuk mendanai dan berinvestasi ke dalam bisnis yang kamu miliki, kamu wajib untuk mencatat keseluruhan transaksi keuangan yang berkaitan dengan bisnismu, baik dalam jumlah yang besar maupun kecil.

Transaksi keuangan ini sangat penting terutama untuk ditujukkan kepada calon investor, supaya mereka semakin yakin untuk memberikan dana tambahan dan membantu bisnis kamu berproses menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

5. Menyusun Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah cara terpenting dalam perencanaan sebuah bisnis, jadi buatlah strategi yang terbaik agar perjalanan bisnismu tidak sia-sia.

Strategi pemasaran ini biasanya terdiri dari konsep, cara promosi, anggaran biaya yang dibutuhkan, sampai rencana eksekusinya.

Saat melakukan promosi, jangan lupa juga untuk menyesuaikan timeline -nya dengan waktu-waktu di mana orang-orang sedang senggang, sehingga produk yang kamu tawarkan akan lebih diperhatikan oleh calon konsumen.

Seperti yang sudah dikatakan di awal, menjalankan suatu bisnis memang tidak mudah dan ada banyak hal yang harus dipersiapkan, tapi kamu tetap bisa membuatnya terlihat jauh lebih mudah dengan ada bisnis plan yang sudah kamu buat,

Di tengah perkembangan zaman yang semakin maju seperti sekarang, teknologi informasi memang memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan sebuah bisnis atau usaha.

Untuk kamu yang tertarik untuk memulai sebuah usaha dan ingin membuat bisnis plan yang sesuai dengan perkembangan zaman, kamu bisa membaca buku Business Model and Business Plan di Era 4.0 yang ditulis oleh Indra Mahardika Putra, S.E., AK, M.AK.

Buku ini akan menambah pengetahuan dan wawasan baru bagi para pemula yang ingin sukses dalam berbisnis.

Tidak hanya itu saja, buku ini juga akan memberikan berbagai macam metode untuk mengelola sebuah usaha dan menghadapi persaingan di industri 4.0 ini.

Melalui buku ini kamu juga akan mengetahui bagaimana sebenarnya kondisi dan perkembangan ekonomi di Indonesia pada beberapa tahun belakangan, jadi kamu akan lebih mudah untuk menilai jenis bisnis apa yang cocok untuk kamu jalankan saat ini.

Untuk mendapatkan buku ini, kamu bisa membelinya dengan mudah di Gramedia.com .

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

promo diskon

Bisnis Plan

Cara membuat bisnis plan, rekomendasi buku, rekomendasi bacaan, berita terkait, apa itu business plan simak alasan calon pengusaha wajib membuat perencanaan bisnis, yuk cari tahu apa itu pemasaran, jenis, dan fungsinya dalam sebuah bisnis, 4 strategi digital marketing masa kini yang hits dan perlu kamu ketahui, terkini lainnya.

Alternatif Pengganti Tepung Maizena dalam Masakan

Alternatif Pengganti Tepung Maizena dalam Masakan

Camilan Khas Surabaya, Menggoyang Lidah dengan Kelezatan Tradisional

Camilan Khas Surabaya, Menggoyang Lidah dengan Kelezatan Tradisional

12 Makanan Ringan Tradisional Indonesia yang Menggugah Selera

12 Makanan Ringan Tradisional Indonesia yang Menggugah Selera

Cari Tahu Arti Bunga Melati dan Fakta-Fakta Menarik di Balik Warnanya yang Cantik

Cari Tahu Arti Bunga Melati dan Fakta-Fakta Menarik di Balik Warnanya yang Cantik

Asal-usul Rawa Pening yang Mengandung Pesan Moral

Asal-usul Rawa Pening yang Mengandung Pesan Moral

Asal-usul Nyi Roro Kidul, Penguasa Pantai Selatan

Asal-usul Nyi Roro Kidul, Penguasa Pantai Selatan

Arti Bunga Bangkai dan Fakta-Fakta Menarik yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Arti Bunga Bangkai dan Fakta-Fakta Menarik yang Jarang Diketahui Banyak Orang

5 Makanan Khas Sunda yang Simple dan Menggugah Selera

5 Makanan Khas Sunda yang Simple dan Menggugah Selera

Asal-usul Lato-Lato, Mainan yang Sempat Viral di Indonesia

Asal-usul Lato-Lato, Mainan yang Sempat Viral di Indonesia

Arti Bunga Mawar Putih yang Jarang Diketahui, Simbol Cinta Kasih dan Perdamaian

Arti Bunga Mawar Putih yang Jarang Diketahui, Simbol Cinta Kasih dan Perdamaian

Simak 10 Rekomendasi Novel Fantasi Seru Bulan Desember 2023 Berikut Ini

Simak 10 Rekomendasi Novel Fantasi Seru Bulan Desember 2023 Berikut Ini

Asal-usul Seblak, Makanan Khas Orang Sunda Paling Populer

Asal-usul Seblak, Makanan Khas Orang Sunda Paling Populer

Makanan Khas Malaysia, Menikmati Kelezatan dari Negeri Jiran

Makanan Khas Malaysia, Menikmati Kelezatan dari Negeri Jiran

Cari Tahu Arti Bunga Edelweiss, Tumbuhan Abadi yang Hidup di Gunung Semeru   

Cari Tahu Arti Bunga Edelweiss, Tumbuhan Abadi yang Hidup di Gunung Semeru  

Novel The Good Friend - Jangan Remehkan Bahaya Bullying

Novel The Good Friend - Jangan Remehkan Bahaya Bullying

Makanan Khas Palembang: Menikmati Kelezatan Kuliner Bumi Sriwijaya

Makanan Khas Palembang: Menikmati Kelezatan Kuliner Bumi Sriwijaya

www.kompas.com

  • Entertainment
  • Pesona Indonesia
  • Artikel Terpopuler
  • Artikel Terkini
  • Topik Pilihan
  • Artikel Headline
  • Harian KOMPAS
  • Kompasiana.com
  • Pasangiklan.com
  • Gramedia.com
  • Gramedia Digital
  • Gridoto.com
  • Bolasport.com
  • Kontan.co.id
  • Kabar Palmerah
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Pedoman Media Siber

Copyright 2008 - 2023 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar .

Cara Membuat Business Plan (Rencana Bisnis), Format dan Langkahnya

Cara Membuat Business Plan (Rencana Bisnis), Format dan Langkahnya

Cara membuat business plan (rencana bisnis) mungkin belum banyak diketahui. Padahal, business plan ini merupakan salah satu hal yang cukup penting saat kita akan memulai sebuah usaha .

Business plan atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan rencana bisnis adalah dokumen tertulis yang menjelaskan terkait perencanaan bisnis yang akan dikelola, mulai dari tujuan, strategi, penjualan, pemasaran, dan perkiraan keuangan.

Seorang wirausahawan membutuhkan business plan salah satunya untuk mengamankan investasi atau pinjaman dari bank.

Meskipun business plan ini terbilang cukup penting dalam sebuah pembuatan usaha, namun ternyata masih banyak juga lho calon wirausahawan yang belum mengetahui cara pembuatannya.

Nah, berikut ini Mister Exportir punya solusi cara membuat business plan yang efektif dan wajib banget untuk disimak.

cara membuat business plan

Fungsi Business Plan

Seperti yang disebutkan di awal, business plan atau rencana bisnis ini punya manfaat yang cukup besar terutama untuk menambah permodalan.

Selain itu, masih ada beberapa fungsi lainnya dari business plan yang tidak kalah pentingnya dari rencana keuangan. Berikut ini beberapa fungsi business plan.

  • Memperjelas ide bisnis
  • Menemukan masalah potensial, hambatan, dan halangan yang akan dihadapi
  • Menentukan tujuan atau goals bisnis
  • Mengukur kemajuan dan perkembangan bisnis.
  • Dapat membantu meyakinkan pelanggan, pemasok, dan calon karyawan untuk bisnis yang akan dibuat.

Selain fungsinya, business plan ini juga memiliki tujuan yang penting.

Tujuan utama dari business plan adalah untuk mengidentifikasi, menggambarkan, dan menganalisis peluang bisnis dan/atau bisnis yang sudah berjalan, memeriksa kelayakan teknis, ekonomi dan keuangannya.

Cara Membuat Business Plan

Cara membuat business plan atau rencana bisnis ini memang susah-susah gampang.

Sebuah business plan yang baik dapat memandu seorang wirausahawan untuk menyusun, menjalankan, dan mengembangkan bisnis baru.

Pada faktanya, tidak ada cara yang benar atau salah untuk menulis sebuah business plan. Yang penting adalah bahwa rencana bisnis tersebut dapat memenuhi kebutuhan.

Secara umum, format business plan terbagi menjadi dua garis besar yaitu business plan tradisional (Traditional business plan format) dan lean startup format.

Traditional business plan format lebih umum, menggunakan struktur standar, dan lebih detail di setiap bagian. Format ini cenderung membutuhkan lebih banyak penjelasan dan bisa mencapai puluhan halaman.

Sementara itu, lean startup format jarang dipakai, tetapi masih menggunakan struktur standar. Format ini fokus meringkas hanya poin terpenting dari elemen kunci rencana sebuah usaha dan biasanya hanya berisi satu halaman dengan waktu pembuatan yang cukup cepat.

traditional business plan

Traditional Business Plan Format

Bagi wirausahawan yang lebih berorientasi pada detail, pilihan format traditional business plan merupakan pilihan yang tepat. Selain karena lebih memuat rencana bisnis yang jelas, format ini juga lebih komprehensif.

Format traditional business plan menggunakan 9 kombinasi bagian, yaitu sebagai berikut.

Executive Summary (Ringkasan)

Dalam bagian ini, secara singkat informasikan mengenai detail bisnis dan tujuan dari pendirian perusahaan.

Sertakan pernyataan misi, produk atau layanan, dan informasi dasar tentang tim kepemimpinan, karyawan, dan lokasi perusahaan. Sertakan juga informasi keuangan dan rencana perkembangan perusahaan tersebut .

Deskripsi Perusahaan (Company Profile)

Deskripsi perusahaan berguna untuk memberikan informasi rinci tentang perusahaan yang akan dibangun. Bagian ini memuat juga tentang detail masalah bisnis yang akan dipecahkan.

Saat membuat deskripsi perusaah, cobalah lebih spesifik dan buat daftar konsumen, organisasi, atau bisnis yang akan dilayani oleh perusahaan kita nantinya.

Deskripsi perusahaan adalah tempat yang tepat untuk membanggakan kekuatan bisnis kita.

Analisis Pasar

Untuk membuat sebuah bisnis, kita memerlukan pemahaman yang baik tentang prospek industri dan target pasar. Lakukan riset kompetitif untuk membandingkan bisnis kita dengan kompetitor.

Dalam riset pasar, carilah tren dan tema yang sesuai dan cocok dengan konsumen.

Organisasi dan Manajemen

Pada bagian ini, informasikan terkait struktural perusahaan dan siapa saja yang akan menjalankan bisnis nantinya.

Gunakan bagan organisasi untuk menjelaskan siapa yang bertanggung jawab atas tugas masing-masing di perusahaan yang akan kita buat. Tunjukkan bagaimana pengalaman unik setiap orang akan berkontribusi pada keberhasilan usaha tersebut.

Selain itu, pertimbangkan juga untuk menyertakan resume dan CV dari anggota kunci tim yang terdaftar.

Layanan atau Lini Produk

Pada bagian ini, jelaskan produk atau layanan yang akan kita tawarkan. Jelaskan keunggulan produk tersebut hingga menguntungkan pelanggan dan seperti apa siklus hidup produk tersebut.

Pemasaran dan Penjualan

Tidak ada cara tertentu untuk strategi pemasaran karena strategi itu harus berkembang dan berubah agar sesuai dengan kebutuhan kita.

Tujuan bagian ini adalah untuk menjelaskan cara kita menarik dan mempertahankan pelanggan. Jelaskan juga bagaimana penjualan akan benar-benar terjadi nantinya.

Permintaan Pendanaan

Jika tujuan business plan kita adalah untuk meminta pendanaan, di sinilah kita akan menguraikan persyaratan pendanaan tersebut. Pada bagian ini, jelaskan berapa banyak dana yang kita perlukan selama lima tahun ke depan dan untuk apa kita akan menggunakannya.

Tentukan apakah dana yang kita inginkan adalah bentuk utang atau ekuitas, persyaratan yang ingin diterapkan, dan jangka waktu perwujudannya. Berikan penjelasan rinci tentang rancangan pengeluaran.

Sertakan juga deskripsi rencana keuangan strategis masa depan, seperti melunasi utang atau menjual bisnis.

Proyeksi Keuangan

Lengkapi permintaan pendanaan dengan proyeksi keuangan. Hal ini untuk meyakinkan pembaca bahwa bisnis kita stabil dan akan sukses secara finansial.

Jika bisnis sudah mapan, sertakan laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas selama tiga hingga lima tahun terakhir. Tuliskan juga prospek keuangan yang prospektif untuk lima tahun ke depan.

Sertakan perkiraan laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, dan anggaran belanja modal. Untuk tahun pertama, lebih spesifik dan gunakan proyeksi triwulanan atau bahkan bulanan. Pastikan untuk menjelaskan proyeksi keuangan dengan jelas, dan sesuaikan dengan permintaan pendanaan.

Bagian ini adalah tempat yang tepat untuk menceritakan kisah keuangan bisnis kita, terutama dengan menggunakan grafik dan bagan.

Bagian lampiran digunakan untuk menyertakan dokumen pendukung atau bahan lain yang diminta secara khusus. Beberapa di antaranya adalah sejarah kredit, resume, gambar produk, surat referensi, lisensi, izin, paten, dokumen hukum, dan kontrak lainnya.

lean startup format

Lean Startup Format

Format ini sangat cocok saat kita ingin menjelaskan atau memulai bisnis dengan cepat, relatif sederhana, atau jangka pendek.

Format lean startup adalah bagan yang hanya menggunakan beberapa elemen untuk menggambarkan proposisi nilai, infrastruktur, pelanggan, dan keuangan dari perusahaan.

Dalam model lean startup format, ada sembilan komponen rencana bisnis yaitu berikut ini.

Kemitraan Utama (Key Partnerships)

Catat bisnis atau layanan lain yang akan kita tangani untuk menjalankan bisnis. Pikirkan tentang pemasok, produsen, subkontraktor, dan mitra strategis serupa.

Kegiatan Utama (Key Activities)

Bagian ini berisi daftar cara mendapatkan keunggulan kompetitif untuk bisnis kita. Soroti hal-hal seperti menjual langsung ke konsumen atau menggunakan teknologi dan kelebihan serta kekurangannya.

Sumber Daya Utama (Key Resources)

Buat daftar sumber daya apa pun yang akan kita manfaatkan untuk menciptakan nilai bagi pelanggan. Hal ini mencakup staf, modal, atau kekayaan intelektual.

Proposisi Nilai (Value Proposition)

Buat pernyataan yang jelas dan meyakinkan tentang nilai unik yang dibawa perusahaan kita ke pasar.

Konsumen (Customer Relationships)

Jelaskan bagaimana cara pelanggan akan berinteraksi dengan bisnis yang akan kita bangun. Baik otomatis atau pribadi, secara langsung, maupun secara online. Pikirkan pengalaman pelanggan dari awal hingga akhir.

Segmen Pelanggan

Bagian ini memuat informasi spesifik tentang target pasar bisnis yang akan dibangun. Sangat penting untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang siapa yang akan dilayani oleh bisnis kita.

Saluran (Channels)

Buat daftar cara terpenting untuk kontak dengan pelanggan. Sebagian besar bisnis menggunakan saluran yang banyak dan mengoptimalkannya dari waktu ke waktu.

Struktur Biaya

Pada bagian ini, tentukan apakah perusahaan kita fokus pada pengurangan biaya atau memaksimalkan nilai? Tentukan strategi, lalu buat daftar biaya paling signifikan yang akan kita hadapi untuk mengejarnya.

Aliran Pendapatan (Revenue Streams)

Jelaskan bagaimana perusahaan benar-benar akan menghasilkan uang. Beberapa contohnya adalah penjualan langsung, biaya keanggotaan, dan penjualan ruang iklan.

Related Posts

10+ Faktor Penghambat Perdagangan Internasional yang Perlu Anda Ketahui

10+ Faktor Penghambat Perdagangan Internasional yang Perlu Anda Ketahui

Faktor penghambat perdagangan internasional merupakan hal yang tak bisa dihindarkan ketika kita membicarakan soal jalannya aktivitas transaksi yang melibatkan pembeli serta penjual lintas negara. Hal ini mengingat bahwa aktivitas perdagangan internasional mencakup prosedur yang panjang dan aturan yang cukup rumit sehingga memungkinkan terjadinya banyak hambatan saat proses ini dilakukan. Perdagangan Internasional adalah kegiatan jual beli …

Komoditas Ekspor Indonesia ke Singapura

Komoditas Ekspor Indonesia ke Singapura

Komoditas ekspor Indonesia ke Singapura terdiri dari banyak macamnya. Baik dari sektor migas maupun nonmigas, Singapura memang masih menjadi negara tujuan ekspor yang cukup penting bagi Indonesia. Secara geografis, Indonesia dan Singapura merupakan dua negara yang letaknya berada pada benua dan kawasan yang sama, yaitu Asia Tenggara. Dua negara ini juga bahkan berbatasan langsung di …

5+ Komoditas Ekspor Indonesia Sektor Pertambangan

5+ Komoditas Ekspor Indonesia Sektor Pertambangan

Komoditas ekspor Indonesia sektor pertambangan menyumbang pendapatan negara yang sangat besar. Pertambangan merupakan sektor industri yang dapat disebut paling penting bagi perekonomian nasional. Hal ini salah satunya karena mineral pertambangan adalah komponen utama dalam pembuatan berbagai produk penting, seperti telepon seluler, mobil, menara energi, panel surya, turbin angin, pupuk, mesin, dan semua jenis konstruksi. Indonesia …

Istilah dalam Kapal

Istilah dalam Kapal

Istilah dalam kapal memang tidak banyak orang yang paham bahkan mengetahuinya. Mungkin karena kapal menjadi salah satu alat transportasi yang cukup jarang digunakan untuk berpergian, atau tidak sepopuler mobil, kereta, maupun pesawat terbang. Karena hal tersebut, tidak heran banyak sekali orang yang tidak mengetahui istilah-istilah yang ada di kapal. Namun bagi Anda yang mungkin memiliki …

Impor Bawang Putih

Impor Bawang Putih

Sudah lebih dari dua dekade Indonesia melakukan impor bawang putih. Bahkan 90 persen kebutuhan bawang putih nasional ini dipenuhi dari luar negeri alias impor. Produk hortikultura yang fungsi utamanya digunakan sebagai bumbu masakan ini memang memegang peranan penting di rumah tangga sebagai penyedap masakan dan juga obat obatan. Dengan bawang putih, berbagai sajian makanan di …

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Your Comment

Your Name *

Your Email *

Your Website

Notify me of follow-up comments by email.

Notify me of new posts by email.

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

Payroll, ESS, and Talent Management

  • Payroll & Tax
  • Jobs Description
  • Success Story

business plan

Business Plan: Pengertian, Cara Membuat dan Contohnya

Business plan adalah rencana yang harus dibuat ketika seseorang atau perusahaan ingin memulai suatu bisnis. Pembuatan rencana bisnis diharapkan dapat membantu memetakan perencanaan bisnis menjadi aksi yang terukur.

Tidak semua orang yang baru terjun ke dunia bisnis mengetahui dan memahami cara menyusun bisnis plan yang baik dan benar.

Padahal, bisnis plan adalah kunci bagi Anda yang ingin sukses di dunia bisnis. Maka dari itu, LinovHR akan membantu Anda memahami apa itu business plan  dan contoh business plan melalui artikel ini.

Simak info di bawah ini sampai akhir!

Apa Itu Business Plan?

Manfaat membuat business plan, jenis-jenis business plan, cara membuat business plan, contoh business plan.

Business plan adalah suatu dokumen tertulis yang menjelaskan secara rinci tentang bagaimana sebuah bisnis menentukan tujuannya dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut. Singkatnya, business plan adalah panduan bagaimana suatu perusahaan akan mencapai tujuannya.

Di dalam bisnis plan dijabarkan berbagai strategi perusahaan meliputi marketing, financial, dan operasional. Sehingga dapat dikatakan bisnis plan merupakan dokumen penting yang digunakan untuk menarik calon investor.

Selain itu, bisnis plan juga merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga fokus perusahaan terhadap target di masa depan. 

Meskipun bisnis plan ini kerap digunakan oleh bisnis kecil atau bisnis baru, tidak ada salahnya jika setiap perusahaan memiliki bisnis plan sendiri. Idealnya, bisnis plan harus ditinjau secara berkala untuk melihat apakah tujuan telah tercapai atau berubah.

manfaat business plan

Bagi Anda yang baru terjun ke dunia bisnis, membuat bisnis plan dapat membantu Anda mengecek kelangsungan bisnis sebelum berinvestasi banyak pada waktu atau uang.

Selain itu, bisnis plan memberikan beberapa manfaat lainnya seperti dibawah ini.

1. Mempermudah Dalam Pengambilan Keputusan

Sebuah bisnis plan dapat memberikan kejelasan terhadap proses pengambilan keputusan mengenai aspek-aspek penting dari bisnis seperti investasi modal, sewa, sumber daya, dan lain-lain.

Bisnis plan yang tepat akan membantu Anda mengidentifikasi prioritas dan pencapaian yang yang harus difokuskan.

2. Membantu membuat pola pemasaran

Pemasaran adalah aspek penting dalam bisnis plan. Melalui pemasaran akan membantu untuk menetapkan pangsa pasar Anda, sasaran pelanggan, dan bagaimana Anda akan mempromosikan produk / layanan ke pelanggan atau pasar. 

3. Mudah Memilih Dukungan pendanaan

Bisnis  plan dapat membantu Anda memilih dukungan modal atau pendanaan yang tepat, baik melalui kredit di bank atau modal dari investor. Bisnis plan dapat menjawab pertanyan-pertanyaan yang berkaitan dengan profitabilitas dan peroleh pendapatan.

Baca Juga: Cara Membuat Executive Summary untuk Investor

4. Membantu Mengamankan Talenta Berbakat

Agar bisnis Anda dapat berhasil, sangat penting bagi Anda untuk menarik pekerja dan mitra yang berbakat. Perlu diketahui, salah satu bagian dari tujuan bisnis plan adalah membantu mendapatkan pekerja yang berkualitas di waktu yang tepat. 

5. Memperjelas Struktur Bisnis

Sebuah bisnis plan juga harus menjelaskan struktur dan menetapkan manajemen bisnis yang objektif. Struktur digunakan sebagai alat referensi untuk menjaga bisnis tetap pada jalurnya dengan target sales dan pencapaian operasional. Manfaatkan bisnis plan untuk mengukur dan mengelola prioritas Anda. 

business plan

1. Start-Up Business Plan

Suatu bisnis yang baru berdiri atau berkembang harus menyiapkan strategi-strategi yang detail, salah satu caranya dengan membuat bisnis plan.

Tujuan dari start-up bisnis plans adalah menjabarkan strategi-strategi dengan detail yang diperlukan untuk memulai dan menjalankan suatu usaha baru.

Seringkali, bisnis plan ini juga berfungsi untuk mengamankan pendanaan yang bersumber dari luar.

Start-up plans mencakup informasi yang terperinci dan komprehensif yang terkait dengan  latar belakang bisnis, produk atau layanan, analisis pasar dan industri, tanggung jawab manajemen, serta perincian dan analisis keuangan yang lengkap.

2. Internal  Business Plan

Internal Business Plans adalah jenis bisnis plan yang menargetkan spesifik audiens yang berkaitan dengan bisnis.

Contohnya tim pemasaran yang perlu mengevaluasi proyek tertentu. Bisnis Plan akan membantu menggambarkan bagaimana kondisi perusahaan saat ini, termasuk biaya operasional dan profitabilitas . 

Kemudian, biaya operasional dan profitabilitas tersebut akan dihitung untuk mengetahui apakah bisnis tersebut dapat mengembalikan modal yang dikeluarkan untuk proyek tersebut. 

Internal plans atau rencana internal memberikan informasi mengenai proyek pemasaran, perekrutan, dan biaya teknologi. Selain itu, berisikan pula analisis pasar yang menggambarkan demografi target, ukuran pasar, dan efek positif pasar terhadap pendapatan perusahaan.

3. Strategic Business Plan

Sebuah bisnis plan yang strategis dapat memberikan pandangan tingkat tinggi tentang tujuan perusahaan dan bagaimana perusahaan dapat mencapainya. Jenis bisnis plan ini biasanya digunakan sebagai rencana dasar untuk seluruh perusahaan. 

Umumnya, kerangka dari bisnis plan strategis pada setiap perusahaan berbeda-beda namun kebanyakan perusahaan menggunakan unsur unsur berikut ini:

  • Visi dan misi bisnis
  • Faktor penentu keberhasilan
  • Strategi untuk mencapai tujuan 
  • Implementasi

Rencana bisnis strategis mampu menginspirasi karyawan untuk bekerja sama dalam menciptakan kesuksesan untuk perusahaan.

4. Feasibility Business Plan

Jenis bisnis plan ini dapat aplikasikan ketika bisnis Anda ingin lebih berkembang seperti menawarkan produk baru atau memasuki pasar baru.

Bisnis plan ini dapat membantu Anda mengetahui seberapa besar kemungkinan untuk berhasil sehingga Anda tahu langkah terbaik untuk kedepannya.

Feasibility plans atau rencana kelayakan lebih berfokus pada pendekatan penilaian yang meliputi target demografi, analisis pasar dan kebutuhan modal, beserta dengan standar objektif untuk menilai kelayakan.

5. Operations Business Plan

Bisnis plan operasional merupakan rencana internal yang terdiri atas unsur-unsur yang berkaitan dengan operasional perusahaan. Tujuan bisnis plan operasional adalah menguraikan tentang tanggung jawab para karyawan.

Komponen Yang Terdapat Dalam Business Plan

1. executive summary.

Executive summary berisikan gambaran secara singkat namun jelas dari business plan. Gambaran ini tentunya menjelaskan rencana bisnis perusahaan secara komprehensif.

2. Profil Perusahaan

Profil perusahaan berguna menjelaskan pembaca tentang bisnis yang dijalankan suatu perusahaan. Isi pembahasan dalam bab ini meliputi visi dan misi perusahaan, penjelasan produk atau jasa dan tim dalam manajemen.

3. Produk dan Layanan

Bab ini menjelaskan berbagai produk atau jasa yang ditawarkan beserta aspek-aspek detilnya.

4. Analisis Pasar

Penjelasan analisis pasar berguna untuk mengetahui posisi perusahaan di suatu segmen pasar tertentu. Analisis ini dapat mengidentifikasi sebesar apa peluang perusahaan di segmen pasar tersebut.

5. Strategi Pemasaran

Bagian ini bisa menjadi kelanjutan dari peluang yang ditemukan di analisis pasar. Strategi pemasaran biasanya menggunakan analisis SWOT ( Strength, Weakness, Opportunity, Threat ).

6. Analisis Keuangan

Analisis keuangan menjelaskan mengenai modal, perhitungan laba rugi dan juga proyeksi break even poin (BEP) perusahaan.

7. Rencana Pengembangan Bisnis

Tak lupa, rencana pengembangan bisnis juga harus disertakan dalam business plan. Dengan adanya rencana ini, pembaca akan mengerti mengenai proyeksi pertumbuhan perusahaan dalam beberapa tahun kedepan.

Setelah mengetahui jenis-jenis bisnis plan, kini buat bisnis plan Anda sendiri. Berikut beberapa tips atau cara membuat business plan yang baik dan benar:

1. Buat Ringkasan Singkat 

Langkah pertama untuk membuat bisnis plan adalah dengan membuat ringkasan singkat mengenai bisnis yang Anda jalankan.

Pada bagian ini, Anda dapat memasukan informasi seputar visi misi bisnis, tujuan, target bisnis, layanan atau produk yang dijual, dan informasi dasar lainnya yang meliputi tim leadership perusahaan, karyawan, dan lokasi perusahaan. 

2. Masukan Informasi Latar Belakang Bisnis

Langkah kedua adalah memasukan informasi latar belakang bisnis. Umumnya, latar belakang bisnis berisikan gambaran singkat tentang industri. Usahakan Anda memberikan gambaran bisnis saat ini serta kemungkinan masa depan.

Selain itu, Anda juga harus memberikan informasi seputar perkembangan pasar dalam industri, termasuk produk atau perkembangan baru yang akan menguntungkan atau merugikan bisnis. 

3. Lakukan Analisis pasar

Langkah ketiga adalah melakukan analisis pasar , penting bagi Anda untuk benar-benar mengerti tentang industri bisnis dan target pasarnya.

Oleh sebab itu, Anda perlu melakukan riset yang kompetitif sehingga Anda dapat mengetahui apa yang dilakukan pebisnis lain dan apa kekuatan bisnis mereka. Jadi, lakukan riset atau analisis pasar dengan mengikuti trends terkini.  

3. Susun Struktur Organisasi dan Manajemen

Selanjutnya, buat struktur organisasi dan manajemen yang sah di mata hukum. Struktur yang tercatat secara hukum ini sangat penting untuk kelangsungan bisnis Anda di masa mendatang. Gunakan bagan organisasi untuk menjelaskan siapa yang bertanggung jawab  apa yang ada di perusahaan Anda. 

4. Gambarkan Layanan atau produk

Langkah berikutnya dalam pembuatan bisnis plan adalah membuat gambaran layanan atau produk yang ingin Anda jual. Jelaskan bagaimana produk atau layanan bisnis perusahaan dapat memberikan keuntungan pada konsumen. 

5. Tetapkan strategi pemasaran dan penjualan

Bagian yang tidak kalah penting dalam business plan adalah informasi seputar strategi-strategi perusahaan, salah satunya strategi pemasaran dan penjualan. Pada bagian ini, sebisa mungkin Anda menjelaskan strategi pemasaran dengan detail dan bagaimana strategi pemasaran ini dapat menarik dan mempertahankan pelanggan.

Serta, jelaskan juga bahwa penjualan tersebut benar-benar dilakukan dengan tepat dan matang.

Bagian ini dapat mempengaruhi bagian bisnis plan selanjutnya, sehingga pastikan Anda menjelaskan strategi pemasaran dan penjualan secara lengkap.

6. Rencanakan Logistik dan Operasi

Perlu diketahui, perencanaan logistik dan operasi merupakan bagian yang penting dan perlu dipertimbangkan dalam proses pembuatan bisnis plan.

Bagian ini berisikan informasi-informasi yang berkaitan dengan operasional yang meliputi:

  • Pengiriman. 

7. Rencanakan Anggaran

Membuat rencana anggaran merupakan salah satu tahap yang paling penting dalam pembuatan bisnis plan.

Sebab, kelangsungan hidup dan mati  suatu bisnis dipengaruhi oleh kondisi finansial yang sehat, tidak peduli sehebat apa ide, usaha, waktu, atau uang yang Anda investasikan jika kondisi keuangan tidak sehat maka bisnis yang Anda jalani dapat gagal. 

Oleh sebab itu, buat rencana anggaran yang akurat, tepat, dan detail dengan memasukan unsur-unsur yang penting seperti laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, dan proyeksi keuangan. 

Proposal Bisnis Restoran “Rawon Juara”   Nama Perusahaan : Rawon Juara Bidang Usaha : Makanan Jenis Produk : Rawon  Alamat Perusahaan: Jl. Patimura No.11 Malang Nomor Telepon: 0812-8774-6577

1. Latar Belakang

“Rawon Juara merupakan suatu bisnis potensial yang menggunakan bahan baku berupa daging sapi segar yang dipadukan dengan bumbu asli rawon khas Malang yang diproduksi sendiri.

Restoran yang terletak di Jalan Patimura, Malang ini hanya juga menjual menu rawon daging dengan resep rahasia yang sudah turun-temurun dari tahun 1970 yang keasliannya terjaga…”

Agar bagian ini terlihat lebih meyakinkan, Anda bisa menambahkan tinjauan pustaka atau hasil riset penelitian yang berkaitan dengan manfaat mengonsumsi makanan rawon daging dari sumber yang bisa dipertanggung jawabkan

2. Visi Misi Usaha 

Visi: Menghadirkan restoran rawon dengan cita rasa khas Malang yang bisa dinikmati semua kalangan.

Misi: Menghadirkan cita rasa rawon yang kuat dan memberikan service terbaik kepada semua pelanggan.

3. Gambaran Produk

“Bisnis Rawon Juara menjual  rawon sebagai menu utama. . Tak hanya itu, adapun beberapa menu pendamping yang lain seperti tahu campur, rujak cingur, soto daging, dan aneka minuman” 

4. Rencana usaha

Bagian terakhir dalam pembuatan bisnis plan adalah rencana usaha. Pada bagian ini, usahakan Anda menuliskan informasi sedetail mungkin mengenai bisnis yang Anda jalankan, seperti dibawah ini:

“Restoran Rawon Juara selalu mengedepankan bahan baku yang segar. Oleh sebab itu, bahan baku dibeli setiap dua hari sekali. Jam operasional restoran dimulai pada pukul 11 siang hingga pukul 9 malam, dari hari selasa sampai minggu karena senin tutup”

Strategi pemasaran

“Agar restoran Rawon Juara dikenal lebih banyak kalangan masyarakat, kami melakukan berbagai strategi pemasaran seperti promo, diskon harga, dan menggunakan jasa influencer media sosial. Serta, ada juga akun social media khusus untuk melaksanakan berbagai promosi, website yang berisi informasi promo, dan konten-konten menarik untuk mendapatkan perhatian calon konsumen”

Rencana Anggaran

“Sewa ruko : Rp. 10.000.000 / tahun

Bahan baku daging : Rp. 1.000.000 x 2 = Rp. 2.000.000

Bahan baku tambahan : Rp. 500.000 x 2 = Rp. 1.000.000

Dan lain-lain…..”

Sumber Anggaran

“Budget pribadi : Rp. 20.000.000

Dana pinjaman : Rp. 10.000.000

Dana investor : Rp. 25.000.000

Dan lain-lain….”

Struktur organisasi 

“Manager : Bambang

Pemasaran : Chandra

Keuangan : Anjar

Kesimpulan 

Demikian penjelasan mengenai business plan mulai dari pengertian hingga contoh membuat yang baik dan benar. Diharapkan informasi diatas dapat menjadi inspirasi bagi Anda yang baru terjun ke dunia bisnis khususnya bagi pebisnis pemula.

Kerangka bisnis plan diatas hanya sebuah gambaran singkat, Anda bisa menambahkan poin-poin penting lainnya agar kerangka bisnis plan lebih menarik. Serta, siapkan pula dokumen-dokumen pendukung lainnya jika dibutuhkan.

https://smallbusiness.chron.com/6-types-business-plans-2591.html  

https://www.forbes.com/sites/theyec/2019/08/09/the-different-types-of-business-plans/?sh=27d896122976  

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

Related Article

Seperti Apa Itu Future Ready Company

Seperti Apa Itu Future Ready Company

Bonus Adalah: Pengertian, Jenis dan Perbedaannya dengan Komisi

Bonus Adalah: Pengertian, Jenis dan Perbedaannya dengan Komisi

//

staffany logo

Panduan Lengkap Cara Membuat Business Plan

Staffany team.

  • Agustus 18, 2022

Home » Blog » Seputar Bisnis » Panduan Lengkap Cara Membuat Business Plan

Idealnya kamu harus mengetahui cara membuat business plan atau perencanaan bisnis sebelum memulai sebuah bisnis. Bisnis yang dijalankan tanpa adanya perencanaan yang matang akan kesulitan untuk berkembang dan mencapai tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya. Maka dari itu, agar bisnis yang dijalankan dapat berjalan dengan lancar, kamu harus membuat business plan terlebih dahulu.

Pada artikel ini, kamu akan mengetahui lebih jauh mengenai cara membuat business plan dengan mudah. Namun sebelum itu, ada baiknya jika kamu mengerti lebih dalam mengenai apa itu business plan serta unsur-unsur yang ada di dalamnya. Simak selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Business Plan?

Business plan atau perencanaan bisnis merupakan dokumen yang berisikan segala hal tentang bisnis yang akan dijalankan. Mulai dari aspek internal hingga eksternal, semuanya harus ada di dalam business plan . Sederhananya, anggap saja business plan ini sebagai dokumen yang menggambarkan target bisnis kamu.

Segala sesuatu yang tertulis di dalam business plan harus realistis dan rinci. Nantinya, business plan ini akan menjadi pedoman ketika menjalankan bisnis. Dengan kata lain, semua orang yang terlibat di dalam bisnis, mulai dari pendiri hingga karyawan, harus menjadikan business plan sebagai pegangannya ketika bekerja. Selain itu, business plan juga harus jelas dan mudah dipahami oleh orang lain, mulai dari karyawan, mitra bisnis, hingga pihak lain yang mungkin terlibat, seperti bank atau investor.

Baca juga: Ketahui Apa Itu Startup Digital dan Perkembangannya di Indonesia

Unsur-Unsur Business Plan yang Perlu Kamu Ketahui

Analisis Pasar

Ketika membuat business plan , ada unsur-unsur yang harus terkandung di dalamnya yang mana akan menggambarkan latar belakang bisnis, bagaimana bisnis akan dijalankan, hingga prospeknya. Berikut ini adalah unsur-unsur penting yang harus ada di dalam business plan .

1. Sampul Proposal

Di bagian ini, akan mencantumkan nama bisnis terdaftar, alamat domisili bisnis, nomor telepon, alamat email, dan logo perusahaan.

2. Ringkasan Eksekutif

Ringkasan eksekutif berisi penjelasan mengenai latar belakang bisnis yang akan dijalankan secara singkat, mulai dari nama dan latar belakang perusahaan, visi dan misi, struktur organisasi, hingga sumber daya perusahaan.

3. Pengantar

Bagian pengantar akan berisi pengenalan terhadap bisnis yang akan dijalankan, seperti struktur perusahaan, orang-orang yang terlibat, pemegang saham, dan lain sebagainya. Selain itu, di dalam pengantar juga harus tertera tujuan utama dari bisnis ini, mulai dari yang jangka pendek hingga yang jangka panjang.

4. Analisis Produk

Produk yang dihasilkan dari sebuah bisnis biasanya dibagi menjadi dua, yaitu barang atau jasa. Di dalam bagian ini, kamu harus memberikan analisis dari produk yang hendak dijual. Sebagai contoh, coba berikan analisis seperti siapa saja yang kemungkinan akan membutuhkan barang atau jasa yang disediakan.

Baca juga: Ketahui Pengertian dan Indikator Loyalitas Karyawan

5. Analisis Pemasaran

Di bagian ini, kamu perlu menjelaskan mengenai siapa saja target pasar dari produk yang dijual serta strategi pemasaran yang akan digunakan. Selain itu, pastikan juga untuk menuliskan analisis mengenai kompetitor, mulai dari bagaimana penjualan produk mereka hingga strategi yang biasanya mereka gunakan.

6. Analisis SDM

Sumber daya manusia menjadi aset yang sangat penting bagi setiap perusahaan karena mereka adalah orang yang menjalankan bisnis. Di dalam bagian ini, jelaskan mengenai bagian apa saja yang dibutuhkan perusahaan hingga orang seperti apa yang dibutuhkan oleh perusahaan.

download

7. Analisis Keuangan

Modal adalah salah satu bagian terpenting dari sebuah bisnis, maka dari itu kamu harus mencantumkan analisis keuangan di dalam business plan . Di dalam bagian ini, kamu harus mencantumkan analisis keuangan seperti jumlah modal yang dibutuhkan hingga prediksi keuntungan.

8. Analisis Peluang Bisnis

Setiap peluang bisnis pasti akan menghadirkan masalahnya tersendiri. Di dalam bagian analisis peluang bisnis, kamu perlu menjelaskan masalah seperti apa yang mungkin akan dihadapi perusahaan dan bagaimana cara menyelesaikannya atau bahkan cara untuk menghindarinya.

9. Rencana Eksekusi

Di dalam business plan tentu saja kamu perlu menjelaskan bagaimana bisnis akan menjalankan atau bagaimana rencana yang telah dibuat akan dieksekusi. Semua rencana eksekusi, mulai dari produksi hingga penjualan, harus tercantum di dalam bagian ini.

10. Lampiran

Bagian yang paling penting untuk mendukung business plan yang dibuat adalah lampiran. Kamu perlu menyertakan dokumen seperti legalitas perusahaan, sertifikat, dan dokumen pendukung lainnya yang dapat lebih menjamin kualitas business plan yang dibuat.

Baca juga: Memahami Experiential Marketing

Beberapa Manfaat Business Plan

Sebelum masuk pada bagaimana langkah-langkah membuat business plan secara rinci, ada baiknya kamu mengetahui apa saja manfaatnya. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

1. Membantu Permodalan

Manfaat pertama dalam perencanaan bisnis adalah membantu dalam soal permodalan. Dengan menggunakan business plan kamu akan tahu berapa modal yang harus dipersiapkan. Bukan hanya modal saja, melainkan kamu juga akan tahu berapa total biaya pengeluaran operasional dan dapat membuat laporan keuangan untuk bisnis kamu.

2. Tujuan Bisnis Menjadi Lebih Jelas

Manfaat menggunakan business plan selanjutnya adalah membuat tujuan bisnis menjadi lebih jelas. Dengan menggunakan bisnis plan maka kamu dapat merencanakan strategi menjalankan bisnis dari awal. Dengan demikian kamu dapat mencapai target pasar atau bisnis.

Baca juga:  Mengenal Pemahaman Human Capital Management

3. Memberi Gambaran

Salah satu manfaat menggunakan perencanaan bisnis adalah untuk memberikan gambaran kepada konsumen dan calon investor. Dengan menggunakan bisnis plan kamu bisa memberi gambaran mengenai produk atau jasa yang akan disediakan oleh usaha kamu.

4. Meminimalisir Risiko Gagal

Sebuah usaha yang sedang berjalan maupun baru berjalan pasti mengalami risiko kegagalan. Oleh karena itu, dengan cara membuat business plan kamu dapat meminimalisirkan risiko ini. Kamu akan lebih tahu masalah apa yang akan usaha kamu hadapi dan cara menyelsaikan masalahnya.

Baca juga: Mengenal SOP Kerja: Definisi, Tujuan, Manfaat, dan Tips Menyusunnya

Cara Membuat Business Plan

Setelah mengetahui unsur apa saja yang harus ada di dalam business plan dan juga manfaatnya, selanjutnya kamu dapat langsung mencoba membuatnya. Berikut ini adalah beberapa langkah dalam membuat business plan dengan mudah.

Langkah Membuat Business Plan

1. Lakukan Riset Bisnis

Ketika hendak membuat business plan , hal pertama yang harus dilakukan adalah riset bisnis. Lakukan berbagai macam analisis, mulai dari analisis produk hingga analisis peluang bisnis. Jangan sampai kamu tidak mengetahui bagaimana cara pasar bekerja, target pasar, hingga kompetitor.

Lakukan analisis pasar yang komprehensif. Identifikasi dan jelaskan target pasar kamu, siapa pesaing utama, tren pasar, dan kebutuhan konsumen. Sertakan juga analisis SWOT ( Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats ) untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan internal perusahaan serta peluang dan ancaman eksternal.

2. Buat Visi, Misi, dan Profil Perusahaan

Visi, misi, dan profil nama perusahaan merupakan hal penting yang harus ada dalam setiap organisasi. Ketiga poin ini kemudian akan menjadi pedoman bagi setiap elemen yang terlibat di dalam perusahaan ketika mereka bekerja. Jadi kamu harus memastikan untuk membuat visi, misi, dan tujuan yang jelas agar tidak ada orang yang kebingungan.

Baca juga:  Bagaimana Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan?

3. Susun Strategi Pemasaran

Kamu dapat menyusun strategi pemasaran, dan bagaimana cara mengeksekusinya, dari riset bisnis yang telah dilakukan sebelumnya. Pastikan segala aspek mengenai pemasaran diperhitungkan, mulai dari anggaran, konsep, hingga saluran pemasaran yang akan digunakan. Tidak hanya itu, di tahap ini, perlu ditentukan segmentasi pasar, penentuan harga, saluran distribusi, dan rencana promosi. Berikan rencana untuk membangun merek dan strategi.

4. Rencana Operasional

Selanjutnya, berikan rincian tentang bagaimana bisnis akan dioperasikan. Jelaskan lokasi fisik, peralatan yang diperlukan, persediaan, sistem manajemen, dan proses produksi atau penyediaan layanan. Sertakan pula rencana untuk sumber daya manusia, pengelolaan stok, dan logistik.

5. Analisis Keuangan bisnis

Sertakan proyeksi keuangan yang realistis untuk bisnis kamu. Ini mencakup laporan keuangan seperti laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Jelaskan sumber pendapatan, biaya operasional, dan perencanaan keuangan jangka panjang. Analisis keuangan akan membantu kamu memperkirakan profitabilitas, likuiditas, dan keberlanjutan bisnis kamu.

Setiap perusahaan membutuhkan pekerja untuk dapat beroperasi. Ada banyak divisi berbeda yang dibutuhkan dalam sebuah perusahaan dan setiap divisi membutuhkan orang yang berbeda pula. Orang-orang dengan berbagai kemampuan ini perlu dijelaskan untuk mengetahui bagaimana sistem operasi perusahaan kamu.

7. Rencana Pengembangan dan Pertumbuhan

Sertakan rencana pengembangan jangka panjang dan tujuan pertumbuhan bisnis. Jelaskan strategi untuk memperluas pasar, memperkenalkan produk baru, atau memperluas operasi. Sertakan juga rencana untuk investasi, perluasan tim, atau akuisisi jika relevan.

8. Risiko dan Mitigasi

Identifikasi risiko-risiko yang mungkin dihadapi bisnis kamu dan jelaskan langkah-langkah yang akan diambil untuk mengurangi atau mengatasi risiko tersebut. Ini bisa mencakup risiko pasar, risiko keuangan, atau risiko operasional. Memiliki pemahaman yang baik tentang risiko dan solusinya akan memberikan keyakinan kepada calon investor atau pemberi pinjaman.

9. Siapkan Segala Lampiran

Berikutnya, kamu harus menyiapkan segala lampiran yang ada. Akan lebih baik bila kamu mencatat semua hal yang dilakukan selama proses pembuatan business plan ini agar nantinya tidak ada lampiran yang terlewat.

10. Manfaatkan Teknologi Digital

Terakhir, memanfaatkan teknologi digital dalam penyusunan business plan adalah langkah penting untuk menciptakan rencana bisnis yang lebih efisien, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi.

Kamu bisa menganalisis pasar dan tren industri, menggunakan Cloud Computing untuk menyimpan dan berbagi business plan secara efisien hingga memantau dan menganalisis kinerja karyawan Anda dengan Dashboard Digital.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu dapat membuat business plan yang komprehensif dan strategis. Pastikan untuk mengumpulkan data yang akurat dan melakukan penelitian pasar yang mendalam untuk memvalidasi asumsi dan rencana bisnis kamu.

Cara membuat business plan memang tidak mudah, tetapi dokumen ini merupakan bagian yang sangat penting ketika hendak menjalankan bisnis. Setelah bisnis berhasil dijalankan, ada baiknya jika kamu memanfaatkan teknologi yang dapat membantu mempermudah pekerjaan.

Aplikasi absen karyawan gratis seperti StaffAny adalah salah satu teknologi yang dapat digunakan. Yuk gunakan StaffAny untuk mempermudah pekerjaan. Jika ada pertanyaan, kamu dapat menghubungi kami di sini .

StaffAny Team

Like this article?

Related article.

cara membuat izin usaha mikro kecil

Cara Membuat Izin Usaha Mikro Kecil: Panduan Lengkap untuk Memperoleh Izin Usaha di Indonesia

cara daftar merek dagang

Cara Daftar Merek Dagang di Indonesia

cara membuat merek dagang yang menarik

Cara Membuat Merek Dagang yang Menarik untuk Menciptakan Identitas Kuat

Leave a comment

staffany logo

StaffAny merupakan aplikasi yang bisa mengatur jadwal, absensi, dan timesheet operasional bisnis F&B Anda.

Tentang Kami

Mengapa StaffAny

  • Hitung Cost
  • Contoh Slip Gaji

Hubungi Kami

Penjadwalan

Absen di Tempat

  • Pengajuan Cuti

Laporan Real Time

  • Data Tersinkronasi

Sistem Pelacakan Pelamar (ATS)

Daftar Partner

  • Daftar Menjadi Partner

Testimoni Pelanggan

  • Persyaratan Layanan
  • Kebijakan Pribadi

Bright Logo

Hitung Penghematan Biaya bersama StaffAny

Contoh Slip Gaji Karyawan

StaffAny Singapore

StaffAny Malaysia

Pengajuan Cuti 

Data Tersinkronisasi

Daftar Untuk Menjadi Partner

Hubungi kami via WhatsApp!

Persyaratan Layanan       |      Kebijakan pribadi

© StaffAny 2023

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

  • Hubungi Sales Dapatkan Demo

Business Plan: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Cara Membuatnya

Business Plan atau rencana bisnisadalah salah satu hal yang harus disiapkan pada tahap awal memulai bisnis. Ini karena rencana bisnis dapat menjadi landasan agar bisnis dapat berjalan baik ke depannya. Pada umumnya rencana bisnis ini berisi tujuan-tujuan dan cara mencapainya. 

Di samping itu rencana bisnis juga mencakup target jangka pendek, menengah, dan panjang, serta solusi terhadap kendala yang muncul nantinya. Apakah Anda mengetahui cara membuat business plan? Di dalam artikel ini, kami akan membahas tuntas tentang perencanaan bisnis dan bagaimana Anda dapat memulainya. Tanpa basa-basi mari kita mulai pembahasannya.

Baca juga: Kewirausahaan: Pengertian, Tujuan, Jenis, Karakteristik, Konsep

Apa yang dimaksud dengan Business Plan?

Menurut Hisrich and Peters (1995), Business Plan atau rencana bisnis merupakan dokumen tertulis yang disiapkan oleh pengusaha dan menggambarkan semua unsur eksternal maupun internal yang terlibat dalam memulai usaha baru. Dokumen ini umumnya berisi tentang perencanaan terpadu seperti pemasaran, keuangan, manufaktur dan sumber daya manusia. 

Jadi, dapat dikatakan bahwa business plan merupakan suatu dokumen yang dapat memberikan gambaran jelas mengenai sebuah bisnis. 

Tujuan dokumen ini dibuat adalah agar sebuah bisnis dapat mencantumkan tujuan perusahaan dan cara yang dapat dilakukan untuk mencapainya. Dengan demikian, pembuatan dokumen ini harus dipikirkan secara matang dan jangan sampai membuatnya secara tergesa-gesa.

Baca juga: Pengertian Etika Bisnis, Tujuan dan Contohnya

Apa Tujuan Dibuatnya Sebuah Business Plan?

Sebelumnya dijelaskan bahwa salah satu tujuan adanya business plan adalah untuk mencantumkan tujuan perusahaan dan langkah-langkah yang dapat dikerjakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Namun, tujuan dibuatnya sebuah business plan tidak hanya itu saja. Berikut adalah beberapa tujuan lain perusahaan membuat sebuah rencana bisnis.

  • Menjadi dokumen tertulis yang terkait dengan ide, perencanaan secara menyeluruh dan akan menjadi daya tarik investor.
  • Lebih baik lagi mengenal struktur dan strategi perusahaan yang akan dijalankan.
  • Untuk mengetahui pencapaian-pencapaian yang terjadi dalam bisnis, dan memperbaiki kegagalan yang terjadi.
  • Sebagai media untuk bermitra, sekaligus menyamakan presepsi dengan pihak lain.
  • Mengetes perhitungan bisnis dan mengambil langkah antisipasi jika terjadi masalah.
  • Mendapatkan penjelasan detil mengenai pasar.

Konsep Utama Pembuatan Business Plan

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

Banyak rencana bisnis adalah fantasi semata. Itu karena banyak calon wirausahawan melihat rencana bisnis hanya sebagai alat -berisi strategi dan proyeksi serta hiperbola- yang akan meyakinkan pemberi pinjaman atau investor bahwa bisnis tersebut masuk akal. 

Itu adalah kesalahan besar, karena yang pertama dan terpenting, justru rencana bisnis Anda harus meyakinkan Anda bahwa ide Anda masuk akal – karena waktu, uang, dan usaha Anda dipertaruhkan.

Jadi, rencana bisnis yang solid harus memiliki tolak ukur dan goal yang jelas. Sehingga, Anda harus menyempurnakan rencana strategis, mengembangkan rencana pemasaran dan penjualan, menciptakan fondasi untuk kelancaran operasi, dan mungkin – mungkin saja – membujuk pemberi pinjaman atau investor untuk bergabung.

Bagi banyak pengusaha, mengembangkan rencana bisnis adalah langkah pertama dalam proses memutuskan apakah akan benar-benar memulai bisnis. 

Menentukan apakah sebuah ide gagal di atas kertas dapat membantu calon pendiri menghindari membuang-buang waktu dan uang untuk bisnis tanpa harapan sukses yang realistis.

Jadi untuk mencegahnya lakukan langkah prevenvatif seperti:

Bersikaplah Seobjektif dan Selogis Mungkin 

Apa yang mungkin tampak seperti ide yang bagus untuk sebuah bisnis, setelah beberapa pemikiran dan analisis, terbukti tidak dapat dijalankan karena persaingan yang ketat, pendanaan yang tidak mencukupi, atau pasar yang tidak ada. 

Membuat Panduan untuk Operasi Bisnis

Buatlah guidelines jelas yang dapat dijadikan blueprint bagi para pemimpin perusahaan selama beberapa bulan pertama dan terkadang bertahun-tahun setelahnya. 

Komunikasikan Berbagai Hal Internal dengan Jelas

Tujuan dan visi perusahaan, tanggung jawab manajemen, perincian persyaratan personel, berikan gambaran umum rencana pemasaran, dan evaluasi persaingan saat ini dan masa depan di pasar harus dijelaskan dengan baik agar semua anggota organisasi dapat paham dengan sepenuhnya.

Buat Dasar Proposal Pembiayaan 

Buatlah proposal ini dengan terperinci sehingga para calon investor dan pemberi pinjaman dapat mengevaluasi perusahaan dengan jelas.

Pastikan Rencana Bisnis Terlihat Meyakinkan

Sebuah rencana bisnis yang baik mempelajari masing-masing kategori di atas, tetapi juga harus mencapai tujuan lain: agar rencana bisnis itu meyakinkan. Berikan bukti konkret dan faktual yang menunjukkan bahwa ide Anda untuk bisnis sebenarnya masuk akal dan memiliki setiap peluang untuk sukses.

Jenis-jenis Business plan

Sebelum mengetahui cara merancang rencana bisnis yang baik dan benar, Anda harus memahami berbagai jenisnya terlebih dahulu. Tergantung dari bisnis yang Anda jalani, terdapat lima jenis business plan yang bisa Anda gunakan, yaitu sebagai berikut:

Operations Business Plan

Operations business plan merupakan rencana bisnis yang dirancang untuk internal perusahaan. Dokumen ini mencantumkan berbagai peraturan, tanggung jawab setiap anggota organisasi, dan perencanaan mengenai berjalannya sebuah perusahaan.

Growth Business Plan

Sedangkan growth business plan mengandung rencana yang dimiliki oleh perusahaan untuk perkembangannya di masa yang mendatang. Jenis rencana bisnisyang satu ini dapat digunakan baik dari sisi internal maupun eksternal.

Saat digunakan untuk keperluan eksternal, seperti untuk menarik modal dari calon investor, informasi yang terdapat di dalam growth business plan harus lebih lengkap. Hal-hal seperti struktur organisasi dan penjelasan rinci siapa saja yang memiliki peran penting dalam perusahaan harus dicantumkan.

Development Business Plan

Umumnya, development business plan mengandung segala kelengkapan perusahaan seperti data administrasi, tugas-tugas setiap karyawan, dan lain sebagainya. Inilah mengapa development business plan, sama seperti jenis rencana bisnis sebelumnya, dapat digunakan oleh pihak internal dan juga eksternal.

Start-Up Business Plan

Start-up business plan berguna untuk memberikan penjelasan mengenai bisnis yang akan dibangun. Biasanya, jenis rencana bisnis ini mengandung infornasi seperti produk atau jasa yang akan ditawawrkan, riset pasar dan kompetitor, faktor risiko, serta susunan tim pemasaran dan sistem manajemen.

Data lain seperti pemasukan, keuntungan, pengeluaran, dan arus kas perusahaan secara keseluruhan juga umumnya dicantumkan dalam start-up business plan. Jadi, dapat dikatakan bahwa jenis rencana bisnis ini lengkap, dan cocok untuk diberikan kepada calon investor.

Strategic Business Plan

Dibandingkan dengan empat rencana bisnis yang disebutkan sebelumnya, strategic business plan dapat dikatakan lebih rumit. Ini karena di dalam business plan in terdapat kumpulan informasi yang lebih spesifik sehingga dapat menjelaskan objektif perusahaan dengan lebih baik.

Informasi yang tercantum di dalam strategic business plan berbeda-beda untuk setiap perusahaan, namun data-data berikut adalah yang paling umum dimasukkan ke dalam jenis business plan ini:

  • Visi bisnis 
  • Misi perusahaan
  • Faktor kritis
  • Strategi untuk mencapai tujuan perusahaan
  • Timeline untuk menerapkan strategi perusahaan tersebut

Adanya strategic business plan ini dapat membuat pihak stakeholder memahami tujuan perusahaan dan membuat mereka semakin yakin dengan visi dan juga misi dari perusahaan.

Bagaimana Cara Membuat Business Plan ?

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

Setelah sebelumnya memahami berbagai hal tentang business plan dari pengertian hingga berbagai jenisnya, selanjutnya Anda harus memahami bagaimana cara merancang rencana bisnis dengan baik

Berikut GreatDay HR akan menjelaskan mengenai empat langkah utama untuk membuat business plan agar perencanaan usaha Anda dapat berjalan dengan lebih lancar.

1. Market Research

Business plan yang baik harus didasari oleh riset, yang terperinci dan pastikan apakah sudah sesuai dengan target pasar atau calon pengguna. Perlu diingat jika perilaku, hasrat, rasa, keinginan dari konsumen dapat berubah kapan saja. 

Tak hanya itu riset pasar juga dibutuhkan dalam jangka panjang, karena dengan melakukan hal mendasar ini, Anda bisa mengetahui potensi maupun kondisi dari bisnis yang sedang dijalankan. Jarang yang tahu juga jika riset bisa memprediksi apakah peluang bisnis ini dapat bertahan untuk jangka waktu yang lama atau pendek.

Saat melakukan market research kenali juga keunggulan produk dan apa saja yang dilakukan oleh kompetitor Anda.

2. Mengetahui Tujuan dalam Berbisnis

Baik bisnis berskala besar maupun kecil, wajib mengetahui tujuan dasar mengapa Anda ingin berbisnis. Dalam konteks ini kita bukan sedang bicara tentang soal uang, tapi lebih luas lagi untuk siapa Anda membangun usaha ini. Berikut adalah beberapa tujuan dalam berbisnis:

  • Menjadi penyedia jasa atau barang untuk masyarakat. 
  • Membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang yang terlibat dalam bisnis.
  • Membantu pertumbuhan ekonomi negara secara umum.
  • Menunjukkan eksistensi sebuah perusahaan dalam jangka panjang.

Secara luas bisnis tidak selalu bicara tentang diri sendiri, tapi juga untuk pihak yang sudah membantu Anda seperti karyawan, pelanggan, dan komunitas. 

Harus diketahui juga dalam membuat business plan harus ada latar belakang, jenis bisnis, hingga strategi penjualan yang akan Anda gunakan nantinya. Dengan memiliki tujuan bisnis, akan bisa menjaga Anda agar berjalan di track yang tepat.

Baca juga: Cara Membuat Proposal Usaha yang Menarik!

3. Konsep Bisnis

Dalam sebuah perencanaan bisnis perlu diperlukan empat komponen yang mendukungnya yaitu: 

  • Strategi Inti , meliputi visi dan misi bisnis
  • Sumber Daya Strategis yang terdiri dari kompetensi inti, aset strategis, dan proses utama.
  • Perantara Pelanggan yaitu dukungan berupa informasi yang terkait dengan hubungan antara kedua belah pihak, dan struktur harga.
  • Jaringan Nilai yang berada di sekitar perusahaan sehingga memperkuat dan melengkapi sumber daya yang dimiliki perusahaan.

4. Strategi Bisnis

Jika dalam sebuah perang diperlukan adanya strategi, begitu juga dalam bisnis. Strategi marketing yang Anda buat dapat berupa timeline agar lebih teratur seperti waktu kapan memberikan promo atau mengeluarkan produk baru. Berikut adalah lima alasan mengapa strategi diperlukan dalam sebuah usaha 

Perencanaan : Merupakan langkah awal dalam bisnis, untuk menetapkan tujuan dan sasaran yang tepat.  Kekuatan Kelemahan: Mengetahui identitas bisnis Anda, akan membantu untuk memaksimalkan potensi yang ada, maupun memperbaiki kelemahan. Efisiensi & Efektivitas: Perlu dilakukan agar kegiatan bisnis dapat berjalan lancar, dan  sumber daya dapat dialokasikan secara tepat.  Keunggulan kompetitif: Mengetahaui kekuatan bisnis Anda merupakan suatu keuntungan besar yang dapat membantu untuk mempromosikan, memberikan keunikan bisnis di mata pelanggan. Kontrol: Strategi bisnis yang baik harus diikuti dan tujuan yang harus dicapai. Dengan adanya hal ini Anda akan lebih mudah untuk mengontrol kegiatan dan mengetahui apakah semua berjalan sesuai rencana.

Dalam menyusun rencana bisnis ada baiknya untuk selalu melakukan uji coba, dan menganalisa hasil yang didapatkan. Buatlah target yang realistis dan terukur. Wajar jika Anda menemukan kesulitan dalam prosesnya, akan tetapi jangan menyerah dan teruslah berusaha.

  • Performance
  • Health Care
  • Hospitality
  • Retail & FnB
  • Kenapa GreatDay HR?
  • Kebijakan Privasi
  • Hubungi Kami
  • Pusat Bantuan

Konsultasikan dengan Sales kami

Konsultasikan lebih lanjut kebutuhan Anda dengan tim Sales kami, dan pelajari bagaimana GreatDay HR dapat menjadi solusi bagi manajemen HR Anda. GRATIS!

Nama Lengkap *

Nama Perusahaan *

Lokasi Perusahaan * —Please choose an option— Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi Surabaya Medan Bandung Makassar Bali Lainnya

No Handphone *

Jumlah Karyawan Anda * —Please choose an option— 50 - 100 Orang 100 - 500 Orang 500 - 1000 Orang > 1000 Orang

Note: Mohon untuk mengisi formulir dengan cermat dan memeriksa kembali data yang telah diisi untuk mempercepat proses permintaan Anda. Terima kasih atas kerja samanya!

Kompas.com

  • Mode Terang
  • Gabung Kompas.com+
  • Konten yang disimpan
  • Konten yang disukai
  • Berikan Masukanmu

www.kompas.com

  • Megapolitan
  • Surat Pembaca
  • Kilas Daerah
  • Kilas Korporasi
  • Kilas Kementerian
  • Sorot Politik
  • Kilas Badan Negara
  • Kelana Indonesia
  • Kalbe Health Corner
  • Kilas Parlemen
  • Konsultasi Hukum
  • Apps & OS
  • Tech Innovation
  • Kilas Internet
  • Elektrifikasi
  • Timnas Indonesia
  • Liga Indonesia
  • Liga Italia
  • Liga Champions
  • Liga Inggris
  • Liga Spanyol
  • Internasional
  • Sadar Stunting
  • Spend Smart
  • Smartpreneur
  • Kilas Badan
  • Kilas Transportasi
  • Kilas Fintech
  • Kilas Perbankan
  • Tanya Pajak
  • Sorot Properti
  • Tips Kuliner
  • Tempat Makan
  • Panduan Kuliner Yogyakarta
  • Beranda UMKM
  • Jagoan Lokal
  • Perguruan Tinggi
  • Pendidikan Khusus
  • Kilas Pendidikan
  • Jalan Jalan
  • Travel Tips
  • Hotel Story
  • Travel Update
  • Nawa Cahaya
  • Ohayo Jepang

Apa Itu Business Plan: Pengertian, Manfaat, Cara Membuatnya

Topik untukmu:, kompas.com money whats new, muhammad idris.

Apa itu business plan? Business plan adalah dokumen yang memuat rencana bisnis

KOMPAS.com - Business plan adalah salah satu hal penting dalam bisnis. Business plan adalah suatu dokumen tertulis yang menjabarkan rencana-rencana dalam bisnis. Apa itu business plan ?

Isi dokumen business plan adalah harus mengandung strategi penjualan dan pemasaran secara rinci, kondisi keuangan, dan juga pendapatan serta pengeluaran selama menjalankan bisnis tersebut.

Business plan adalah rencana bisnis?

Bagi pebisnis pemula, fungsi dari business plan adalah sangat vital untuk bisa meyakinkan dan menjadi pertimbangan utama para investor yang akan menanamkan modalnya.

Dikutip dari Investopedia, business plan adalah dokumen tertulis yang menjelaskan secara rinci bagaimana sebuah bisnis menentukan tujuannya dan bagaimana cara mencapai tujuannya.

Sebuah rencana bisnis menjabarkan peta jalan perusahaan yang berisi informasi lengkap strategi pemasaran, keuangan, dan operasional.

Baca juga: Integritas Adalah Konsisten dan Keteguhan, Simak Penjelasannya

Business plan adalah dokumen penting yang digunakan untuk audiens eksternal serta audiens internal perusahaan. Misalnya, rencana bisnis digunakan untuk menarik investasi, maka perusahaan harus bisa menjabarkan rencananya tersebut untuk meyakinkan investor maupun kreditur.

Meskipun sangat berguna untuk bisnis baru, setiap perusahaan harus memiliki business plan. Idealnya, rencana tersebut ditinjau dan diperbarui secara berkala untuk melihat apakah tujuan telah tercapai atau telah berubah dan berkembang.

Terkadang, rencana bisnis baru dibuat untuk bisnis mapan yang telah memutuskan untuk bergerak ke arah yang baru.

Bisnis plan adalah dokumen mendasar yang harus dimiliki oleh setiap bisnis, terutama bisnis startup, sebelum memulai operasi.

Bank dan perusahaan modal ventura memang sering menjadikan dokumen business plan yang layak sebagai prasyarat sebelum mempertimbangkan untuk menyediakan modal untuk bisnis baru.

Menjalankan sebuah perusahaan tanpa rencana bisnis biasanya bukan ide yang baik. Faktanya, sangat sedikit perusahaan yang mampu bertahan lama tanpanya.

Baca juga: Apa Itu Ekspor: Pengertian, Jenis, Tujuan, dan Manfaatnya

Business plan yang baik harus menguraikan semua biaya yang diproyeksikan dan kemungkinan risiko dari setiap keputusan yang dibuat perusahaan. Business plan, bahkan di antara para pesaing dalam industri yang sama, jarang identik.

Tetapi business plan masing-masing perusahaan cenderung memiliki elemen dasar yang sama, termasuk ringkasan bisnis dan deskripsi terperinci tentang bisnis, layanannya, dan produknya. Ini juga menyatakan bagaimana bisnis ditujukan untuk mencapai tujuannya.

Cara membuat business plan

Membuat business plan adalah setidanya berisi sejumlah komponen informasi. Berikut tahapannya sebagaimana dikutip dari laman Entepreneur:

1. Judul dan isi

Rencana bisnis harus disajikan dalam sebuah binder dengan sampul yang mencantumkan nama bisnis, nama perusahaan, alamat, nomor telepon, alamat email dan situs web, dan tanggal.

Anda tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk binder atau sampul yang mewah. Pembaca Anda menginginkan rencana yang terlihat profesional, mudah dibaca dan disusun dengan baik. Sertakan informasi yang sama pada halaman judul. Jika Anda memiliki logo, Anda juga dapat menggunakannya.

2. Ringkasan bisnis plan

Bagian penting dalam business plan adalah ringkasan bisnis. Ini memberitahu pembaca apa yang Anda ingin Anda capai dalam bisnis itu.

Misalnya Anda membutuhkan pinjaman Rp 50 juta, lalu dalam business plan jelaskan penggunaannya, apakah dipergunakan untuk membeli peralatan baru, membayar utang berjalan, atau digunakan untuk perluasan bisnis.

Jika Anda mencari mitra bisnis, jelaskan bagaimana keuntungan untuk mereka dan pembagiannya, berapa lama jangka waktu Anda akan membayar kembali pinjaman.

3. Deskripsi produk

Komponen penting lainnya dalam business plan adalah deskripsi produk. Deskripsi produk bisnis dapat terdiri dari beberapa paragraf hingga beberapa halaman, tergantung pada kerumitan rencana bsinis Anda. Jika rencana Anda tidak terlalu rumit, buat deskripsi bisnis Anda singkat.

Saat menjelaskan produk atau jasa Anda, pastikan pembaca memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang Anda bicarakan. Jelaskan bagaimana orang menggunakan produk atau layanan Anda dan bicarakan tentang apa yang membuat produk atau layanan Anda berbeda dari produk atau layanan lain yang tersedia di pasar. Jadilah spesifik tentang apa yang membedakan bisnis Anda dari pesaing Anda.

Kemudian jelaskan bagaimana bisnis Anda akan mendapatkan keunggulan kompetitif dan mengapa bisnis Anda akan menguntungkan. Jelaskan faktor-faktor yang menurut Anda akan membuatnya berhasil.

4. Analisis pasar

Analisis pasar yang menyeluruh akan membantu Anda menentukan prospek serta membantu Anda menetapkan harga, distribusi, dan strategi promosi yang akan memungkinkan perusahaan Anda untuk menjadi sukses, baik dalam jangka pendek dan panjang.

Mulailah binis plan dengan analisis pasar yakni mendefinisikan pasar dalam hal ukuran, demografi, struktur, prospek pertumbuhan, tren, dan potensi penjualan. Selanjutnya, tentukan seberapa sering produk atau jasa Anda akan dibeli oleh target pasar Anda.

Kemudian cari tahu potensi pembelian tahunan. Kemudian cari tahu berapa persentase dari jumlah tahunan yang Anda miliki atau dapat capai. Ingatlah bahwa tidak ada yang mendapat 100 persen pangsa pasar, dan sesuatu yang sekecil 25 persen dianggap sebagai pangsa dominan.

5. Operasi dan manajemen

Komponen operasi dan manajemen dari rencana Anda dirancang untuk menggambarkan bagaimana fungsi bisnis secara berkelanjutan. Rencana operasi menyoroti logistik organisasi, seperti tanggung jawab tim manajemen, tugas yang diberikan ke setiap divisi dalam perusahaan, dan persyaratan modal dan biaya yang terkait dengan operasi bisnis.

6. Rencana keuangan

Hal penting dalam membuat business plan adalah perencanaan keuangan. Setelah mendefinisikan produk, pasar, dan operasi, area berikutnya yang harus Anda perhatikan adalah laporan keuangan yang meliputi laporan laba rugi, laporan arus kas, dan neraca.

Tag business plan adalah bisnis plan adalah apa itu business plan

#

Apa Itu Finansial: Definisi, Jenis, Fungsi, dan Tujuannya

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

Apa itu Obligasi dan Jenis-jenis Obligasi

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

Apa Itu Broker dalam Perdagangan Saham?

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

Wajib Dibayar saat Perpanjang SNTK, Apa Itu SWDKLLJ?

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

Berita Terkait

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

Terkini Lainnya

AirAsia Buka Penerbangan Langsung Bali-Lampung, 17  Januari Terbang Perdana

AirAsia Buka Penerbangan Langsung Bali-Lampung, 17 Januari Terbang Perdana

Cerita 'Keeper' Harimau di Taman Safari yang Gajinya Setara Harga Motor Ducati

Cerita "Keeper" Harimau di Taman Safari yang Gajinya Setara Harga Motor Ducati

Beli Elpiji 3 Kg Kini Wajib Pakai KTP, Agen dan Pangkalan 'Nakal' Bakal Ditutup

Beli Elpiji 3 Kg Kini Wajib Pakai KTP, Agen dan Pangkalan 'Nakal' Bakal Ditutup

Erick Thohir Tunjuk Wahyu Setyawan Jadi Komisaris IFG

Erick Thohir Tunjuk Wahyu Setyawan Jadi Komisaris IFG

Awal Tahun 2024, Surat Utang Negara Diburu Investor

Awal Tahun 2024, Surat Utang Negara Diburu Investor

Mobil Dinas Pejabat Kementerian BUMN Pakai Kendaraan Listrik, Erick Thohir: Hemat BBM!

Mobil Dinas Pejabat Kementerian BUMN Pakai Kendaraan Listrik, Erick Thohir: Hemat BBM!

Taipan RI Sukanto Tanoto Beli Hotel Mewah di Shanghai

Taipan RI Sukanto Tanoto Beli Hotel Mewah di Shanghai

Tarif Cukai Minuman Beralkohol Resmi Naik

Tarif Cukai Minuman Beralkohol Resmi Naik

Kaleidoskop Sinar Mas 2023, Berdayakan UMKM hingga Mitigasi Perubahan Iklim

Kaleidoskop Sinar Mas 2023, Berdayakan UMKM hingga Mitigasi Perubahan Iklim

Beli Elpiji 3 Kg Wajib Pakai KTP, Masyarakat Masih Bisa Daftar

Beli Elpiji 3 Kg Wajib Pakai KTP, Masyarakat Masih Bisa Daftar

IHSG Ditutup Turun di Bawah Level 7.300, Rupiah Melemah

IHSG Ditutup Turun di Bawah Level 7.300, Rupiah Melemah

Transaksi Bisnis dan Penerbitan Bank Garansi Online Semakin Mudah dengan QLola by BRI

Transaksi Bisnis dan Penerbitan Bank Garansi Online Semakin Mudah dengan QLola by BRI

Lakukan Ini Setelah Melamar Pekerjaan, Agar Resume Kamu Bisa Dilirik Perusahaan

Lakukan Ini Setelah Melamar Pekerjaan, Agar Resume Kamu Bisa Dilirik Perusahaan

Setoran ke Negara Merosot, Bea Cukai Perketat Pengawasan Impor hingga Peredaran Rokok

Setoran ke Negara Merosot, Bea Cukai Perketat Pengawasan Impor hingga Peredaran Rokok

Proyeksi Bitcoin Tahun Ini: Bisa Melonjak 1.000 Persen ke 500.000 Dollar AS

Proyeksi Bitcoin Tahun Ini: Bisa Melonjak 1.000 Persen ke 500.000 Dollar AS

Rizal ramli meninggal dunia, sri mulyani: selamat beristirahat di sisi terbaik allah swt, bapak, simak harga emas antam 3 januari 2024, profil rizal ramli, ekonom kritis yang jabat berbagai posisi strategis, sri mulyani: apbn 2023 ditutup dengan husnul khotimah, mengenang rizal ramli dan 5 kepretannya, now trending.

Jokowi Resmikan 6 Jembatan di Lintas Utara Jawa, Nilai Konstruksi Capai Rp 292 Miliar

Jokowi Resmikan 6 Jembatan di Lintas Utara Jawa, Nilai Konstruksi Capai Rp 292 Miliar

Diminta Berjoget, Anies: Kalau Bisa Dialog, Kenapa Harus Joget?

Diminta Berjoget, Anies: Kalau Bisa Dialog, Kenapa Harus Joget?

Kritisi Simulasi Surat Suara Berisi 2 Paslon, TPN Ganjar-Mahfud: Ini Aneh

Kritisi Simulasi Surat Suara Berisi 2 Paslon, TPN Ganjar-Mahfud: Ini Aneh

TKN Klaim Tak Terlibat dalam Bagi-bagi Susu oleh Gibran di CFD

TKN Klaim Tak Terlibat dalam Bagi-bagi Susu oleh Gibran di CFD

Istri Mendiang Lee Sun Kyun, Jeon Hye Jin Disebut Jadi Target Pelaku Pemerasan

Istri Mendiang Lee Sun Kyun, Jeon Hye Jin Disebut Jadi Target Pelaku Pemerasan

Makan di Warung Bawa Uang Rp 83 Juta, Bendahara Sampat Empat Lawang Dirampok

Makan di Warung Bawa Uang Rp 83 Juta, Bendahara Sampat Empat Lawang Dirampok

Ketum PPP: Deklarasi Oknum Satpol PP Dukung Gibran Langgar Aturan, TPN Akan Sikapi

Ketum PPP: Deklarasi Oknum Satpol PP Dukung Gibran Langgar Aturan, TPN Akan Sikapi

Enggan Ungkap Sosok Pelawak Senior yang Sering Matikan Candaannya, Dicky Difie: Penonton Sudah Menyadari Itu

Enggan Ungkap Sosok Pelawak Senior yang Sering Matikan Candaannya, Dicky Difie: Penonton Sudah Menyadari Itu

Mungkin anda melewatkan ini.

Kilang Pertamina Balikpapan Terbakar, Manajemen: Api Sudah Padam, Tetap Beroperasi Normal

Kilang Pertamina Balikpapan Terbakar, Manajemen: Api Sudah Padam, Tetap Beroperasi Normal

Harga Cabe Rawit Merah Tembus Rp 72.804 Per Kilogram, Berikut Harga Pangan Jakarta Hari Ini

Harga Cabe Rawit Merah Tembus Rp 72.804 Per Kilogram, Berikut Harga Pangan Jakarta Hari Ini

Bertemu Putra Mahkota Arab Saudi, Luhut Paparkan IKN Nusantara hingga Energi Baru Terbarukan

Bertemu Putra Mahkota Arab Saudi, Luhut Paparkan IKN Nusantara hingga Energi Baru Terbarukan

Agar Tak Tertipu Gambar, Ikuti 5 Tips Pintar Memilih Toko Online

Agar Tak Tertipu Gambar, Ikuti 5 Tips Pintar Memilih Toko Online

Sandiaga Usul Bangun Kereta Gantung Atasi Macet Puncak Bogor, Pengamat: Tata Transportasi Darat Dulu

Sandiaga Usul Bangun Kereta Gantung Atasi Macet Puncak Bogor, Pengamat: Tata Transportasi Darat Dulu

www.kompas.com

  • Entertainment
  • Pesona Indonesia
  • Artikel Terpopuler
  • Artikel Terkini
  • Topik Pilihan
  • Artikel Headline
  • Harian KOMPAS
  • Kompasiana.com
  • Pasangiklan.com
  • Gramedia.com
  • Gramedia Digital
  • Gridoto.com
  • Bolasport.com
  • Kontan.co.id
  • Kabar Palmerah
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Pedoman Media Siber

Copyright 2008 - 2023 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar .

  • Proses Rekrutmen
  • CV & Portofolio
  • Tips Interview
  • Skill & Upskilling
  • Tools & Penunjang Kerja
  • Tips Tempat Kerja
  • Ketenagakerjaan
  • Tren & Info Industri
  • Mengatur Keuangan
  • Karyawan Baru
  • Eksplorasi Karier
  • Profil Profesi
  • Perkembangan Karier
  • Artikel Expert
  • Campaign Berlangsung
  • Kabar Produk
  • Kabar Glints
  • Glints ExpertClass
  • Lowongan Kerja
  • Bidang Profesi
  • Business Dev
  • Business Dev & Sales

Business Plan: Mengenal Arti, Jenis, Manfaat, hingga Cara Membuatnya

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

Isi Artikel

Sebelum memulai bisnis, sebaiknya kamu membuat beragam strategi serta mempertimbangkan pasar yang akan dijangkau. Business plan atau rencana bisnis adalah istilah yang sering dipakai untuk hal seperti itu.

Layaknya saat hendak berperang, seseorang atau organisasi harus memahami medan perang serta apa saja strategi yang akan dipakai untuk menaklukkan musuh.

Hal serupa berlaku saat memulai bisnis. Kamu tidak bisa sembarangan langsung mulai tanpa adanya business plan atau rencana bisnis untuk ke depannya.

Tanpa business plan , kamu akan kesulitan menghadapi segala masalah yang terjadi di dalam bisnismu. Alhasil, bisnis berpotensi tidak bertahan dalam jangka panjang.

Lantas, apa sih pengertian dari business plan ? Seberapa penting perannya dalam bisnis? Jangan khawatir, dalam artikel ini Glints akan menjelaskannya untukmu.

Baca Juga: Tertarik Memiliki Bisnis Sendiri? Pahami 7 Skill yang Harus Dimiliki oleh Entrepreneur

Apa Itu Business Plan?

rencana bisnis adalah

© Pexels.com

Dilansir dari The Balance SMB , business plan atau rencana bisnis adalah panduan atau dokumen tertulis yang merangkum tujuan bisnis dan operasionalnya secara keseluruhan.

Bagi kamu yang ingin memulai bisnis, sebaiknya harus membuat business plan secara matang agar memiliki tujuan yang jelas, entah dalam jangka pendek ataupun panjang.

Pasalnya, rencana bisnis membantu kita untuk menentukan langkah yang tepat dalam sebuah bisnis.

Hal itu mulai dari menentukan pasar, mencari pendanaan, memperkirakan pendapatan dan pengeluaran bisnis, serta menganalisis segala risiko yang akan terjadi di sepanjang jalannya bisnis.

Setiap tahapan yang dilewati harus diproses dengan kebijakan yang tepat. Dalam mengambil kebijakan , business plan merupakan salah satu faktor penunjang yang penting agar tidak salah sasaran.

Jadi, secara garis besar business plan merupakan penunjuk arah bagimu dalam menjalankan serta mengembangkan bisnis, baik bisnis pribadi maupun perusahaan.

Jenis-Jenis Business Plan

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

© Freepik.com

Sejatinya,  business plan  adalah sebuah dokumen yang dapat menuntun pebisnis dan para pemilik usaha menuju kesuksesan.

Pasalnya, kumpulan rencana ini bisa memperjelas setiap aspek dari bisnis dan langkah yang perlu diambil perusahaan guna mencapai tujuannya.

Meskipun demikian, dokumen ini tak bisa digunakan secara sembarangan. Agar sukses, perusahaan harus memanfaatkan jenis business plan  yang sesuai dengan kebutuhan dan kualitas sumber dayanya.

Nah, kira-kira, apa saja jenis-jenis rencana bisnis yang dapat digunakan oleh sebuah perusahaan? Berikut adalah daftar dan penjelasannya.

1.  Startup business plans

Jenis  business plan  pertama yang dapat digunakan oleh para pemilik usaha adalah  startup business plans.

Sesuai namanya, jenis rencana bisnis ini cocok untuk digunakan oleh badan usaha yang baru berdiri atau perusahaan  startup.

Menurut laman Chron , dokumen ini biasanya mencakup bagian yang menjelaskan latar belakang, produk atau layanan, evaluasi pasar, dan proyeksi tim manajemen dalam perusahaan.

Aspek-aspek tersebut biasanya diperlukan guna menarik perhatian para investor. Hasilnya, perusahaan juga perlu menjelaskan beberapa hal dalam bidang keuangan mereka, seperti proyeksi pendapatan, laba, dan arus kas.

2.  Internal business plans

Jenis  business plan  selanjutnya yang dapat dimanfaatkan oleh para pebisnis adalah  internal business plans.

Kategori rencana ini bisa dikhususkan untuk departemen dalam bisnis. Sebagai contoh, untuk tim pemasaran yang perlu mengevaluasi proyek.

Dokumen ini nantinya akan menjelaskan kondisi finansial perusahaan, termasuk biaya operasional dan profitabilitas, kemudian menjelaskan kemungkinan bisnis untuk membayar kembali modal yang diperlukan untuk proyek tersebut.

Rencana bisnis internal juga akan memberikan informasi tentang kualitas proyek, perekrutan, dan biaya teknologi yang dibutuhkan perusahaan.

3.  Strategic business plans

Strategi business plans  adalah salah satu rencana bisnis yang kerap kali digunakan oleh perusahaan besar.

Dokumen satu ini mampu memberikan pandangan yang jelas tentang tujuan perusahaan dan cara mereka untuk mencapainya.

Ia juga meletakkan rencana dasar untuk seluruh divisi perusahaan agar dapat bekerja sesuai dengan target bisnis.

Meskipun struktur rencana berbeda di setiap perusahaan, sebagian besar mencakup lima elemen khusus dalam strategic business plans, yakni:

  • visi bisnis
  • pernyataan misi
  • definisi faktor keberhasilan
  • strategi untuk mencapai tujuan
  • jadwal implementasi

4.  Feasibility business plans

Jenis  business plan  lainnya yang dapat digunakan oleh perusahaan adalah  feasibility business plans.

Dokumen ini pada dasarnya menerangkan tingkat kesuksesan yang akan diraih perusahaan pada periode tertentu.

Rencana bisnis ini umumnya mencakup bagian yang menjelaskan kebutuhan akan produk atau layanan, demografi target audiens, dan modal yang dibutuhkan.

Feasibility business plans juga biasanya diakhiri dengan rekomendasi rencana bisnis untuk masa-masa mendatang.

5.  Operations business plans

Menurut Bplans , salah satu rencana bisnis yang sifatnya sangat penting bagi kesuksesan perusahaan adalah operations business plans.

Dokumen ini merupakan rencana internal yang terdiri dari berbagai unsur yang berkaitan dengan kebutuhan operasional perusahaan.

Rencana ini menentukan penanda implementasi dan tenggat waktu jalannya kegiatan operasional perusahaan  untuk tahun mendatang.

Rencana operasional juga menguraikan tanggung jawab masing-masing karyawan yang ikut berpartisipasi.

6.  Growth business plans

Business plan  terakhir yang kerap digunakan oleh perusahaan besar adalah  growth business plans.

Growth business plan adalah deskripsi mendalam tentang pertumbuhan yang diusulkan dan ditulis untuk tujuan internal maupun eksternal.

Sebagai contoh, jika pertumbuhan perusahaan memerlukan investasi, dokumen ini dapat mencakup deskripsi lengkap tentang perusahaan, manajemen, dan kondisi keuangannya.

Rencana tersebut juga harus memberikan rincian lain dari perusahaan untuk memuaskan calon investor.

Pentingnya Business Plan dalam Bisnis

business plan adalah

Setelah mengetahui bahwa business plan adalah sebuah rancangan bisnis untuk menentukan tujuan ke depannya, pasti kamu penasaran, kira-kira seberapa penting keberadaannya dalam bisnis?

Untuk menjawab rasa penasaranmu, berikut Glints akan memaparkan beberapa alasan kenapa rencana bisnis harus dibuat sebelum memulai bisnis:

1. Membantu dalam mencari investor

Alasan pertama kenapa business plan sangat penting adalah dapat membantumu dalam mencari investor.

Tak bisa dimungkiri, setiap bisnis, khususnya bisnis kecil ataupun startup sangat membutuhkan investor sebagai penyuntik dana.

Kendati demikian, investor hanya memberikan dana kepada bisnis yang memiliki tujuan, laporan keuangan, serta target pasar yang jelas.

Nah, dilansir dari Bplans , kamu harus menyerahkan business plan -mu kepada investor saat ingin mengajukan pendanaan kepada mereka.

Mengapa demikian? Sebab, investor tidak ingin sembarangan berinvestasi dan mengakibatkan mereka rugi.

Melalui business plan yang jelas, investor tentu sudah membaca arah bisnismu dan ada kemungkinan akan memberikan dana kepadamu.

2. Mengatur keuangan

Salah satu hal yang membuat bisnis tidak bertahan lama adalah masalah keuangan. 

Kebanyakan orang membuat bisnis dan melakukan pengeluaran tanpa adanya rencana sebelumnya. Alhasil, kondisi keuangan tidak sehat dan bisnis tidak berkembang.

Rencana bisnis membantumu dalam mengatur keuangan. Sebab, dalam periode tertentu kamu sudah memperkirakan berapa besar pendapatan dan pengeluaran dalam bisnis.

3. Membantu dalam pengambilan keputusan

Ketika bisnis berkembang, kamu akan dihadapkan oleh berbagai masalah, mulai dari persaingan ketat dari kompetitor, perekrutan karyawan, dan lain-lain.

Nah, salah satu cara untuk mengambil keputusan yang tepat adalah dengan melihat business plan yang telah dibuat.

Dari situ, kamu akan mengetahui kapan keputusan yang tepat untuk merekrut karyawan, melakukan riset kompetitor, dan lain-lain.

Baca Juga: Lead Nurturing: Pengertian, Manfaat, dan, Tahapannya untuk Bisnis

Apa Saja yang Dimasukkan dalam Business Plan?

business plan adalah

1. Executive summary

Bagian pertama yang harus dimasukkan ke dalam business plan adalah executive summary .

Apa itu executive summary ? Dilansir dari Investopedia , bagian ini menguraikan informasi apa pun tentang perusahaan, mulai dari lokasi, karyawan, produk, target pasar, manajemen perusahaan, dan lain-lain.

Secara garis besar, bagian ini akan pertama kali dilihat oleh investor saat kamu mengajukan pendanaan. 

Oleh karenanya, buat executive summary secara singkat, padat, dan jelas agar investor tertarik terhadap bisnismu.

2. Deskripsi perusahaan

Bagian ini menggambarkan mengenai sejarah perusahaan, visi dan misi, mitra perusahaan, serta ringkasan tujuan bisnis perusahaan.

Hampir sama dengan executive summary , bagian ini juga memegang peran penting untuk menarik perhatian investor.

3. Produk atau layanan

Masukkan produk atau layanan yang kamu tawarkan dalam rencana bisnismu. Dilansir dari Business News Daily , gambarkan bagaimana produk atau layananmu dapat memberikan keuntungan yang besar bagi bisnismu.

Usahakan untuk menjelaskan produk secara rinci. Sebagai contoh, kamu menyediakan layanan belajar online dengan tema pengembangan karier dan akan diisi oleh pakar dari bidangnya masing-masing.

Hal tersebut akan semakin menarik perhatian investor karena mereka tahu secara jelas apa yang kamu tawarkan.

4. Analisis pasar

Analisis pasar atau market analysis adalah bagian yang tidak kalah penting dalam business plan atau rencana bisnis.

Pasalnya, suatu perusahaan butuh target pasar yang tepat untuk mengidentifikasi tingkat persaingan serta siapa saja kompetitornya.

Hal yang harus diperhatikan dalam analisis pasar adalah mengetahui kebutuhan pasar serta bagaimana produk atau layananmu dapat memenuhi kebutuhan pasar tersebut.

Kamu juga bisa melakukan riset konsumen untuk mengetahui target pasar.

5. Strategi marketing

Dilansir dari Investopedia , pada bagian ini perusahaan harus menjelaskan bagaimana strategi marketing -nya untuk menjangkau pelanggan serta mempertahankannya.

Entah dengan cara melalui iklan online, offline , ataupun melalui platform media sosial.

6. Rencana keuangan

Rencana keuangan atau financial planning adalah bagian yang harus dicermati oleh perusahaan dalam membuat business plan .

Pasalnya, kamu harus membuat laporan keuangan dengan detail, seperti budgeting dan data-data keuangan lainnya.

Pastikan bagian ini dikerjakan oleh seseorang yang ahli dalam finansial supaya tidak salah hitung.

Cara Membuat Business Plan

rencana bisnis adalah

Setelah melihat definisi, jenis-jenis, dan manfaatnya, jelas bahwa  business plan  adalah sebuah dokumen yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan.

Meskipun demikian, membuatnya bukanlah perkara yang mudah. Ada langkah-langkah yang harus diikuti perusahaan agar rencana bisnis mereka bisa efektif.

Penasaran bagaimana cara untuk membuat  business plan  yang baik? Berikut adalah pemaparannya.

1. Ketahui kondisi kompetitor

Untuk membuat  business plan  yang efektif, hal yang harus dilakukan perusahaan adalah menganalisis kondisi perusahaan kompetitor.

Bersiaplah untuk menyebutkan nama mereka dan beri tahu apa yang membuat perusahaanmu berbeda dari setiap kompetitor.

Apabila diperlukan, sediakan dokumen pendukung seperti competitive advantage dan bukti lainnya.

2. Ketahui pembaca dokumen

Hal berikutnya yang perlu dilakukan perusahaan saat membuat business plan  adalah mempertimbangkan pembaca dokumen.

Hal ini diperlukan agar perusahaan dapat menggaet minat dari berbagai pihak secara maksimal.

Nah, menurut Entrepreneur , perusahaan sejatinya memerlukan beberapa versi rencana bisnis.

Satu untuk bankir atau pemodal ventura, satu untuk investor individual, lalu satu lagi untuk perusahaan yang ingin melakukan  joint venture.

3. Miliki bukti untuk setiap klaim yang dibuat

Memiliki bukti untuk setiap klaim yang dibuat adalah hal penting yang perlu disesiakan perusahaan saat membuat  business plan.

Dokumen dan bukti-bukti ini diperlukan sebagai cara untuk mendapatkan persetujuan dari seluruh investor.

Sebagai contoh, jika perusahaan berharap untuk menjadi pemimpin industri dalam waktu enam bulan, mereka harus bisa menyertakan dokumen pendukung, seperti laporan keuangan.

4. Jangan bertele-tele

Kesalahan banyak perusahaan adalah menulis  business plan  yang terlalu bertele-tele.

Hal ini bukannya memberikan manfaat, tetapi, justru malah merugikan perusahaan.

Pasalnya, pembahasan dan klaim yang dijelaskan secara bertele-tele hanya akan membingungkan investor. Bahkan, sebenarnya mereka tidak akan membaca penjelasan secara menyeluruh.

Sebagai solusi, tulislah penjelasan dan klaim dalam dokumen secukupnya. Lalu, supaya bisa terlihat lengkap dan meyakinkan, sediakan dokumen pendukung.

5. Jelaskan setiap rincian secara realistis

Terakhir, perusahaan harus menjelaskan setiap bagian dari rencana bisnis secara realistis.

Selalu asumsikan bahwa hal-hal akan memakan waktu 15 persen lebih lama dari yang kamu perkirakan, seperti 20 atau 23 minggu dari sekarang.

Hal ini sejatinya diperlukan untuk mengurangi risiko kegagalan. SElain itu, penjelasan yang realistis juga akan lebih menggugah bagi investor dan  partner  perusahaan.

Baca Juga: Cara Membangun Strategi Penjualan yang Efektif

Demikian penjelasan singkat mengenai business plan serta apa saja bagian yang harus dimasukkan di dalamnya.

Intinya, business plan atau rencana bisnis adalah komponen atau pedoman yang wajib dimiliki oleh individu atau perusahaan saat hendak memulai bisnis.

Setelah membaca artikel ini, mungkin kamu tertarik untuk mulai membangun bisnis, dimulai dari membuat business plan .

Nah, Glints masih punya banyak informasi lainnya seputar dunia bisnis dan tips mengembangkannya.

Kamu hanya perlu mengunjungi kanal Business Dev dan pelajari artikel-artikel yang sudah Glints persiapkan khusus untuk kamu.

Menarik bukan? Tunggu apa lagi? Yuk, langsung baca kumpulan artikelnya sekarang juga!

  • What Is a Business Plan?
  • 8 Reasons Having a Business Plan Is Important for Small Businesses + VIDEO
  • Business Plan
  • The Do's and Don'ts of Writing a Great Business Plan
  • 6 Types of Business Plans

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

Nilai rata-rata 4.5 / 5. Jumlah vote: 10

Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Comments are closed.

Artikel Terkait

Langganan untuk dapatkan info konten karier terbaru di emailmu, terima kasih sudah berlangganan nantikan info konten terbaru glints di emailmu., maaf, permintaanmu tidak bisa diproses. silakan coba lagi., kategori topik.

  • Pencarian Kerja
  • Kehidupan Profesional
  • Perencanaan Karier
  • Konten Eksklusif

Media Sosial

Cari kerja berdasarkan.

  • Nama Perusahaan
  • Paling Banyak Dicari

TAMBAH ILMU & SKILL

  • Kelas Copywriting
  • Kelas Public Speaking
  • Kelas Influencer
  • Kelas Marketing

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

Temukan semua fitur akuntansi yang Anda butuhkan disini

Pantau peforma bisnis real-time

Optimal kelola inventaris barang

Proses otomatis minim risiko

Atur dan pantau operasional

Kelola pajak langsung

Buat invoice otomatis

Pantau peforma bisnis dimanapun

Insight & rekomendasi instan

Transaksi semua metode

Pendanaan untuk akselerasi bisnis

Pencatatan otomatis untuk pengelolaan keuangan bisnis

Buat semuanya menjadi lebih cepat melalui integrasi

Dapatkan hadiah /langganan Mekari Jurnal gratis

Mekari Jurnal adalah software akuntansi online yang terintegrasi & kembangkan bisnis tanpa batas

Mekari Jurnal

Ketahui semua fitur dan benefit dari Mekari Jurnal secara cepat dan ringkas dalam satu brosur interaktif

Temukan solusi sesuai dengan industri dan skala bisnis

Pantau stok & kinerja outlet

Lacak & kirim pembayaran

Kontrol bahan baku

Pengaturan biaya cepat

Konversi catatan inventaris

Konsolidasi laporan outlet

Terhubung marketplace

Update pengelolaan inventaris

Usaha rintisan

Perusahaan berkembang

Perusahaan skala besar

Kontrol dan transparansi outlet

Konsultasi bisnis menyeluruh dengan partner konsultan berpengalaman

Mekari Jurnal

Kembangkan bisnis konsultan Anda dengan bergabung menjadi Partner Konsultan dari Mekari Jurnal

Referensikan rekan bisnis Anda, dapatkan cash reward / gratis berlangganan Mekari Jurnal

Temukan Informasi terbaru dan terlengkap seputar akuntansi.

Ikuti berbagai kursus online akuntansi & keuangan bersertifikat.

Panduan lengkap pengoperasian software Mekari Jurnal.

Telah dipercaya oleh lebih dari 35.000 perusahaan di Indonesia.

Pelajari bagaimana Mekari Jurnal membantu bisnis berkembang.

Semua solusi dirancang khusus untuk meningkatkan produktivitas perusahaan

Mekari Jurnal

  • Hubungi Sales

Tujuan dan Cara Menyusun Bisnis Plan dengan Baik

Tujuan dan Cara Menyusun Bisnis Plan dengan Baik

Saat ini, banyak sekali orang-orang yang memutuskan untuk membuka bisnisnya sendiri. Seorang pebisnis, tentunya perlu membuat business plan atau rencana bisnis untuk menjalankan bisnis dengan baik.

Namun, rencana bisnis sering kali hasilnya tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi.

Hal ini karena parameter ekonomi di dalam pasar secara nyata sangat sulit diprediksi dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Untuk itu, motivasi dan niat dari pebisnis itu sendiri yang akan menyebabkan suatu bisnis dapat bertahan atau tetap berjalan walaupun hasil dengan perencanaannya menyimpang.

Lalu, apa sebenarnya tujuan dibuatnya bisnis plan dan bagaimana cara yang harus dilakukan untuk menyusunnya?

Berikut ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai business plan atau rencana bisnis ke depannya.

Tujuan Bisnis Plan

Menyusun business plan sangat penting dilakukan karena memiliki beberapa tujuan utama yang dapat menguntungkan perusahaan ke depannya.

Berikut ini beberapa tujuan dari adanya business plan :

  • Membantu Anda agar tetap kreatif dan fokus pada tujuan yang telah ditetapkan saat awal ingin membuka sebuah bisnis.
  • Alat untuk mencari dana, sehingga Anda dapat mengatur keuangan  dan berhasil dalam bisnis.
  • Sarana komunikasi bisnis untuk menarik orang lain, pemasok, konsumen, dan penyandang dana. Hal ini akan membuat mereka mengerti tujuan dan cara operasional bisnis Anda.
  • Mempermudah untuk menjalankan usaha dengan mengetahui langkah-langkah praktis dalam menghadapi persaingan, membuat promosi, dan sebagainya, sehingga usaha akan lebih efektif dan menghasilkan keuntungan.
  • Membuat pengawasan lebih mudah dalam operasional yang akan dilakukan.
  • Sebagai bahan penyusunan strategi dan juga evaluasi bisnis.

Baca juga:  Cara Membuat Business Plan Menggunakan Model Canvas

Cara Menyusun Bisnis Plan

Suatu perusahaan atau pelaku bisnis harus bisa memahami dan menyusun business plan bagi perkembangan bisnis mereka.

Berikut ini adalah beberapa cara atau langkah dalam menyusun bisnis plan dengan baik. 

Kenali Bisnis

Pelajari dan pahami secara menyeluruh dan mendalam mengenai bentuk, potensi, dan segala tantangan yang ada pada bisnis.

Dalam tahap ini Anda bisa menggunakan teknik analisis SWOT .

I ni adalah langkah awal yang sangat penting untuk membangun bisnis yang sesuai dengan keinginan dan dapat memberikan keuntungan maksimal.

Dengan mengenali bisnis yang dimiliki, Anda akan mengetahui langkah seperti apa ke depan dan memahami setiap risiko yang mungkin bisa terjadi.

Tentukan Arah

Pandangan yang terarah mengenai tujuan dan sasaran perusahaan memang harus dimiliki seluruh pebisnis.

Dengan adanya arah yang jelas, maka Anda tak akan kesulitan nantinya dalam merancang alur dari rencana bisnis tersebut.

Buatlah tujuan dan sasaran bisnis yang jelas dan terarah agar dapat mencapainya dengan lebih mudah.

Tentukan Target Bisnis

Dengan menentukan target bisnis plan yang tepat, Anda bisa menyesuaikan konten bisnis plan dengan baik dan benar.

Misalkan target bisnis plan adalah klien, maka Anda harus menyusun rencana bisnis tersebut dengan lebih serius, mendalam, dan profesional.

Dengan adanya target, Anda akan semakin terpacu untuk mencapai apa yang ditetapkan sedari awal.

Tulis Rencana Bisnis

Jika Anda sudah memahami ketiga langkah di atas, maka Anda bisa langsung menuliskan rencana bisnis.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu dituliskan dalam business plan :

  • Misi Bisnis
  • Ringkasan Efektif
  • Penawaran Produk atau Jasa
  • Target Pasar
  • Marketing Plan
  • Analisis Industri dan Tingkat Persaingan
  • Laporan Keuangan
  • Resume of Company Principal

Baca juga: 10 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Business Plan

Bisnis plan memang tidak wajib dilakukan pebisnis sebelum memulai usaha, namun ada baiknya untuk meluangkan waktu dalam menulis bisnis plan .

Saat Anda mulai menulis bisnis plan , tanpa disadari Anda dapat mengetahui seberapa besar keinginan untuk membuka bisnis tersebut dan seberapa besar kesiapan Anda.

Setelah memutuskan untuk berbisnis, berarti Anda juga harus siap mengelola keuangan dengan baik. Untuk mengelola keuangan dengan baik, Anda dapat memanfaatkan software akuntansi online seperti Jurnal.

Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat mempermudah proses akuntansi bisnis hingga membuat laporan keuangan.

Dengan begitu Anda dapat dengan mudah melihat kondisi keuangan perusahaan dan mengetahui langkah apa yang diambil ke depannya.

Daftarkan bisnis Anda sekarang juga dengan software inventaris barang dari Jurnal dan nikmati free trial 14 hari. Info lebih lanjut, klik di sini .

promo mekari jurnal desember #moveon 2023

Content writer, translator, and proofreader

Artikel terkait

Kaleidoskop Akuntansi & Finansial 2023: Mulai dari Penerapan IFRS 17 hingga Prediksi Inflasi di Penghujung Tahun

Tim kami akan segera menghubungi Anda. Mohon ditunggu dan pastikan kontak Anda aktif.

Mekari Jurnal

Mohon maaf saat ini demo produk hanya dapat diakses melalui browser komputer/laptop. Silahkan beralih device atau konsultasi gratis dengan kami

Dengan Jurnal, pekerjaan yang membutuhkan waktu yang lama dapat diselesaikan secara real time. Pekerjaan akuntansi bulanan dapat diselesaikan dalam beberapa hari saja

logo

funtastic

10 Cara Membuat Business Plan, Baik dan Lengkap

Rencana bisnis atau business plan adalah langkah paling pertama yang harus dilakukan oleh pembisnis. Menyusun business plan ibarat membaca peta sebelum Anda berangkat ke sebuah destinasi. Jika Anda melakukannya, maka Anda tidak akan membuang-buang waktu Anda yang berharga untuk tersasar ke entah berantah. Perjalanan Anda akan semakin efektif dan efisien. 

Demikian pula rencana bisnis, dengannya Anda bisa memetakan usaha yang akan Anda jalani. Anda akan tahu langkah-langkah apa yang harus dijalani untuk mencapai tujuan bisnis, Anda juga bisa mengalokasikan budget agar tidak terpakai secara sembarangan, dengan begitu Anda bisa memperhitungkan modal awal, modal berjalan, dan dana operasional yang harus Anda siapkan secara matang. 

Business plan bisa dipakai untuk pribadi jika Anda mengeluarkan modal sendiri, atau bisa digunakan untuk meyakinkan investor jika modal Anda bersumber dari mereka. Intinya, business plan akan sangat membantu Anda untuk melangkah lebih pasti ke depannya. 

Lalu bagaimana cara untuk membuat business plan yang baik? Berikut step by step yang harus Anda lakukan:

Ringkasan Eksekutif

Namanya juga ringkasan, maka Anda harus membuat bagian ini tidak terlalu panjang dan bertele-tele. Buatlah singkat namun padat. Anda bisa menjelaskan mengenai gambaran besar usaha yang akan Anda jalankan, inovasi, visi, misi, tujuan, target yang akan dicapai, produk atau jasa apa yang akan Anda tawarkan kepada konsumen, dan kapan Anda akan memulainya. 

Buatlah ringkasan eksekutif ini semenarik mungkin, kalau bisa tidak lebih dari dua halaman penjabaran. Halaman ringkasan eksekutif ini yang akan menjadi daya tarik business plan Anda buat calon pendana.

Latar Belakang Usaha

Di bagian latar belakang ini, Anda bisa menceritakan mengenai alasan Anda mendirikan bisnis tersebut, sejarah, pihak yang terlibat, produk, rencana pengembangan usaha, sampai dengan kondisi keuangan.

Untuk memudahkan Anda, di bawah ini kami akan memberikan beberapa point yang bisa Anda masukkan di bagian Latar Belakang Usaha:

  • Sejarah berdirinya perusahaan
  • Pihak yang terlibat dan bertanggung jawab (Anda bisa membuat bagan organisasi untuk memudahkan orang yang membaca business plan Anda)
  • Kondisi keuangan
  • Rencana pengembangan usaha, Anda bisa menjelaskan seberapa besar bisnis itu akan berkembang di masa yang akan datang
  • Produk atau jasa yang ditawarkan
  • Penjelasan mengenai usaha yang akan dijalankan, diantaranya:
  • Jenis usaha
  • Pihak yang turut bekerjasama
  • Perizinan usaha
  • Penjelasan mengenai produk atau jasa, mencakup:
  • Produk atau jasa yang akan ditawarkan
  • Manfaat produk atau jasa tersebut
  • Keunggulan yang dimiliki produk
  • Gambaran tentang kompetitor Anda
  • Penjelasan mengenai lokasi bisnis, mencakup:
  • Jabarkan jenis lokasi, apakah sewa atau milik sendiri
  • Jelaskan mengenai luas dan prosepek baik lokasi
  • Jelaskan keunggulan lokasi tersebut

Terakhir, akan lebih baik jika Anda menambahkan exit strategi atau strategi jitu yang akan Anda lakukan untuk mencapai keuntungan yang menjanjikan.

Analisis Pasar

Anda sebaiknya tidak melewatkan bagian ini, sebab analisis pasar termasuk ke dalam inti dari business plan Anda. Mulailah dengan menceritakan target konsumen produk atau jasa Anda, jelaskan secara rinci dengan cara lakukan analisis kualitatif dan kuantitatif, gambarkan karakteristik, tingkat kompetisi, strategi promosi, dan harga yang akan Anda tawarkan. 

Analisis Produk

Jika di analisis pasar Anda sudah menyinggung mengenai produk, maka perdalamlah penjabaran Anda di bagian Analisis Produk ini. Yang harus Anda jelaskan mencakup: 

  • Penjelasan lebih rinci mengenai produk atau jasa yang akan Anda jual kepada konsumen
  • Perbandingan berupa kekurangan dan kelebihan produk Anda dibandingkan dengan kompetitor
  • Penjelasan mengenai bahan baku dan tahap produksi

Analisis Produksi

Analisis Produksi berisikan penjelasan Anda mengenai cara usaha Anda beroperasi dari mulai hulu sampai hilir. Jabarkan secara detail dari mulai menerima pesanan, produksi barang, dan bagaimana cara distribusinya. Jika usaha Anda bergerak di bidang jasa, maka jelaskan bagaimana caranya jasa Anda diterima oleh konsumen.

Analisis Manajemen dan SDM

Di bagian ini Anda bisa membuat daftar atau struktur manajemen bisnis Anda. Di bawah ini beberapa point yang bisa Anda jabarkan di Analisis Manajemen dan SDM:

  • Struktur manajemen dalam bisnis
  • Jumlah pegawai dan masing-masing keahlian/kompetensi yang dibutuhkan
  • Sistem penggajian dan tunjangan karyawan

Jangan remehkan untuk menjelaskan analisis manajemen dan SDM, jelaskan dengan detail dan rinci. Sebab pengalokasian SDM yang benar dan tepat merupakan salah satu penentu keberhasilan bisnis. 

Analisis Pemasaran dan Distribusi

Anda bisa menjelaskan target pasar yang akan Anda bidik, tren pasar yang sedang berkembang dan potensinya, strategi pemasaran yang akan Anda terapkan untuk mencapai target penjualan. Proses dan strategi distribusi juga jangan sampai lupa dicantumkan, berikan penjelasan bagaimana cara produk atau jasa Anda bisa dinikmati oleh konsumen. 

Analisis Keuangan

Bisnis memang tidak jauh dari keuangan. Buatlah analisis keuangan yang baik, Anda bisa menjelaskan mengenai proyeksi pemasukan dan pengeluaran, perhitungan kapan balik modal, bagaimana cara mengembalikan investasi kepada investor, dan segala hal lain yang berkaitan erat dengan aliran uang di bisnis Anda. 

Rencana Ekspansi dan Pengembangan Bisnis

Bagian ini sangat diperlukan jika pemodal Anda adalah investor, bukan berasa dari Anda sendiri. Biasanya pemodal akan menyoroti rencana ekspansi dan bagaimana cara Anda mengembangkan usaha. Investor ingin melihat seberapa serius Anda mengembangkan usaha, apa saja yang akan dilakukan dan strategi yang akan Anda jalankan untuk mengembangkan bisnis tersebut.

Analisis Risiko Bisnis

Risiko adalah sesuatu yang akan selalu ada dalam bisnis. Ada beberapa risiko yang mungkin muncul di tengah jalan, diantaranya risiko operasional, risiko saat produksi, risiko keuangan, dan masih banyak lainnya. Analisis ini tidak hanya berisi risiko saja, Anda juga harus menjelaskan bagaimana strategi dan upaya Anda dalam mengatasi dampak dari risiko tersebut.  Bagaimana nih? Sudah tidak bingung, ya bagaimana cara membuat business plan yang baik dan benar. Selamat memantapkan bisnis!

Related Posts

Cara Membangun Bisnis

Cara Membangun Bisnis Bagi Pemula untuk Sukses

cara membangun Bisnis

10 Cara Mengembangkan Bisnis, Langsung Scale Up

Tinggalkan komentar batalkan balasan.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

If You Have Any Question, Feel Free to Call 081398809599

Kami akan datang ke perusahaan anda atau via online melakukan Assesment psikotest, interview dan observasi

  • Indonesia (ID)

Pengelolaan layanan pesan all-in-one

Pelacakan deal, tiket, dan tugas komprehensif

Lacak tim sales, KPI, order dan tugas real-time

Manajemen layanan pelanggan

Optimasi fitur WhatsApp Business

Autoresponder Instagram tingkat lanjut

Layanan pelanggan optimum VOIP dan IVR

Otomatisasi bot tanpa koding dan fleksibel

Otomatis penjualan & layanan pelanggan untuk efisiensi bisnis

Aplikasi Omnichannel CRM berbasis cloud #1 di Indonesia untuk memacu pertumbuhan bisnis Anda.

Mekari Qontak

  • Hubungi kami
  • Coba gratis

Panduan Lengkap Cara Membuat Business Plan dengan Baik

Business Plan Guide

Business plan sangat dibutuhkan untuk bisnis yang baru akan merintis usahanya. Tanpa sebuah bisnis plan yang matang, mereka akan kesulitan dalam operasional selanjutnya. Belum lagi saat kekurangan modal, akan kesulitan untuk mencari investor tanpa rencana bisnis yang jelas.

Sebagian besar investor atau mitra bisnis berpendapat business plan merupakan sebuah bentuk kesungguhan atau kematangan langkah dari sebuah bisnis. Sayangnya tidak semua pebisnis pemula memahami cara membuat bisnis plan yang benar.

Oleh karena itu, pada artikel ini kami memberikan tips bagaimana cara membuat bisnis plan yang baik. Selain itu kami juga membahas tujuan serta kompenen penting pada business plan. Mari kita simak ulasanya bersama dibawah ini.

Apa itu Business Plan?

Business Plan adalah dokumen tertulis yang menjelaskan secara rinci bagaimana sebuah bisnis menentukan tujuannya dan bagaimana cara mencapai tujuannya. Sebuah rencana bisnis menjabarkan peta jalan tertulis untuk perusahaan dari sudut pandang pemasaran, keuangan, dan operasional.

Dengan memiliki bisnis plan bukan hanya dapat memudahkan seorang pengusaha dalam menjalankan bisnis, tetapi juga bisa berpotensi mendatangkan investor andaikan ada yang tertarik dengan bisnis plan Anda.

Apa Tujuan Membuat Business Plan?

Seperti dijelaskan sebelumnya, business plan sangat penting untuk Anda yang akan menjalankan usaha. Hal ini tak lepas dari tujuan utama business plan adalah sebagai panduan Anda dalam menjalankan usaha nantinya.

Berikut ini beberapa tujuan dari adanya business plan:

  • Panduan bisnis untuk tetap pada tujuan awal yang ingin dicapai saat membuah sebuah bisnis
  • Sarana untuk mencari investor atau modal, sehingga dapat mengatur keuangan pada bisnis
  • Media komunikasi bisnis pada suppleyer, konsumen dan investor agar percaya dengan sistem operasional bisnis yang akan dijalankan
  • Mempermudah dalam emnjalankan usaha karen sudah mengetahui langkah-langkah praktis dalam menghadapi persaingan, membuat strategi pemasaran dan sebagainya
  • Bahan pertimbangan evaluasi untuk menyusun strategi bisnis lebih baik

Apa saja Kompenen Penting pada Business Plan?

– executive summary.

Ringkasan Eksekutif adalah garis besar singkat tentang maksud dan tujuan perusahaan. Meskipun mungkin sulit untuk memuat satu atau dua halaman, Ringkasan yang baik mencakup:

  • Deskripsi singkat tentang produk dan layanan
  • Ringkasan tujuan
  • Deskripsi pasar yang solid
  • Pembenaran tingkat tinggi untuk kelangsungan hidup (termasuk melihat sekilas pesaing Anda dan keunggulan kompetitif Anda)
  • Cuplikan potensi pertumbuhan
  • Ikhtisar persyaratan pendanaan

Bisnis yang baik adalah bisnis yang memberikan solusi terhadap masalah pelanggan. Jika Executive Summary Anda tidak dapat dengan jelas menggambarkan bagaimana bisnis Anda akan memecahkan masalah tersebut dan menghasilkan keuntungan, maka kemungkinan besar peluang itu tidak ada–atau rencana Anda untuk memanfaatkan peluang yang sebenarnya tidak ter- develop dengan baik

– Objektif

Secara sederhana, Anda bisa berpikir sebagai berikut:

  • Apa yang akan Anda berikan?
  • Apa yang Anda butuhkan untuk menjalankan bisnis Anda?
  • Siapa yang akan melayani pelanggan Anda?
  • Siapa pelanggan Anda?

Jika Anda mengejar klien dengan status sosial ekonomi menengah keatas, Anda perlu buat lebih dalam objektif tersebut seperti:

  • Identifikasi industri Anda. Eceran, grosir, layanan, manufaktur, dll. Tentukan dengan jelas jenis bisnis Anda.
  • Identifikasi pelanggan Anda. Anda tidak dapat memasarkan dan menjual kepada pelanggan sampai Anda tahu siapa mereka.
  • Jelaskan masalah yang Anda selesaikan. Bisnis yang baik menciptakan added value terhadap pelanggan melalui solusi atas masalah yang terjadi.
  • Tunjukkan bagaimana Anda akan memberikan solusi atas masalah pelanggan.

Setelah objektif tersebut Anda jawab, maka objektif terakhir untuk memperdalam bisnis plan Anda adalah:

  • Siapa pelanggan rata-rata saya? Siapa yang saya targetkan? (Kecuali Anda berencana membuka toko kelontong, kemungkinan besar Anda tidak akan menjawab, “Semuanya!”)
  • Apa pain point yang saya selesaikan untuk pelanggan saya?
  • Bagaimana cara mengatasi pain point tersebut?
  • Apabila saya ternyata gagal dalam memecahkan masalah pelanggan, apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi masalah itu?
  • Di mana lokasi bisnis saya?
  • Produk, layanan, dan peralatan apa yang saya perlukan untuk menjalankan bisnis saya?
  • Skill apa yang dibutuhkan karyawan saya, dan berapa banyak yang saya butuhkan?
  • Bagaimana saya akan mengalahkan kompetitor saya?
  • Bagaimana saya bisa membedakan diri saya dari pesaing saya di mata pelanggan saya? Apa unique selling point (USP) saya?

– Produk dan Jasa

Anda harus dapat menjelaskan dengan jelas produk dan jasa yang akan disediakan oleh bisnis Anda. Perlu Anda ingat bahwa deskripsi yang terlalu rinci atau teknis tidak diperlukan dan tidak disarankan. Gunakan istilah sederhana dan hindari kata kunci yang sulit.

Di sisi lain, Anda perlu menjelaskan bagaimana produk dan jasa bisnis Anda berbeda dengan kompetitor. Jelaskan mengapa produk dan jasa Anda penting untuk menyelesaikan masalah calon pelanggan Anda.

Tetapi jika Anda membuat produk (atau layanan baru), pastikan Anda menjelaskan secara menyeluruh sifat produk, kegunaannya, dan nilainya, dll.–jika tidak, pembaca Anda tidak akan memiliki informasi yang cukup untuk mengevaluasi bisnis Anda.

Pertanyaan kunci untuk dijawab:

  • Apakah produk atau jasa sedang dalam pengembangan atau sudah ada di pasar?
  • Bagaimana timeline untuk produk dan jasa baru ke pasar?
  • Apa yang membuat produk atau jasa Anda berbeda? Apakah ada keunggulan kompetitif dibandingkan dengan penawaran dari kompetitor lainnya? Apakah ada kelemahan yang perlu Anda atasi? (Dan jika demikian, bagaimana?)
  • Apakah harga menjadi masalah? Apakah biaya operasi Anda cukup rendah untuk memungkinkan margin keuntungan yang wajar?
  • Bagaimana Anda akan memperoleh produk Anda? Apakah Anda produsen? Anda merakit produk menggunakan komponen yang disediakan oleh orang lain? Apakah Anda membeli produk dari pemasok atau grosir? Jika bisnis Anda lepas landas, apakah pasokan produk tetap tersedia?

– Potensi Pasar

Market research sangat penting untuk menentukan kesuksesan bisnis. Rencana bisnis yang baik yakni apabila dapat menganalisis dan mengevaluasi demografi pelanggan, kebiasaan membeli, siklus pembelian, dan kemauan untuk mengadopsi produk dan jasa baru.

Proses market research membutuhkan Anda bertanya pada diri sendiri, dan yang lebih penting menjawab, sejumlah pertanyaan. Semakin teliti Anda menjawab pertanyaan berikut, semakin baik Anda memahami pasar Anda.

Mulailah dengan mengevaluasi pasar pada tingkat yang relatif tinggi, menjawab beberapa pertanyaan tingkat tinggi tentang pasar dan industri Anda:

  • Berapa market size Anda? Apakah tumbuh, stabil, atau menurun?
  • Apakah industri secara keseluruhan tumbuh, stabil, atau menurun?
  • Segmen pasar apa yang saya rencanakan untuk dibidik? Demografi dan perilaku apa yang membentuk pasar yang akan saya targetkan?
  • Apakah permintaan untuk produk dan jasa spesifik saya naik atau turun?
  • Dapatkah saya membedakan diri saya dari kompetitor dengan cara yang akan dianggap berarti oleh pelanggan? Jika demikian, dapatkah saya membedakan diri saya dengan cara yang lebih hemat biaya?
  • Apa yang diharapkan pelanggan untuk membayar produk dan jasa saya? Apakah mereka dianggap sebagai komoditas atau dapat dipersonalisasi?

– Sales & Marketing

Menyediakan produk dan jasa yang baik itu luar biasa, tetapi pelanggan harus benar-benar mengetahui produk dan jasa itu ada. Itulah mengapa rencana dan strategi marketing sangat penting untuk kesuksesan bisnis.

Namun perlu diingat marketing bukan hanya periklanan. Marketing mau itu periklanan, hubungan masyarakat, literatur promosi, dll.–merupakan investasi dalam pertumbuhan bisnis Anda.

Seperti investasi pada umumnya, dana yang dikeluarkan untuk marketing harus menghasilkan keuntungan. (Jika tidak, mengapa melakukan investasi?) Sementara keuntungan itu bisa saja berupa arus kas yang lebih besar. Rencana marketing yang baik menghasilkan penjualan dan laba yang lebih tinggi.

Jadi, jangan hanya berencana untuk menghabiskan dana untuk berbagai upaya periklanan. Buat program marketing yang cerdas. Berikut beberapa langkah sederhana dalam membuat rencana marketing Anda:

  • Fokus pada target pasar Anda . Siapa pelanggan Anda? dan siapa yang membuat keputusan? Tentukan cara terbaik untuk menjangkau pelanggan potensial.
  • Evaluasi kompetitor Anda . Rencana marketing Anda harus membedakan Anda dari kompetitor Anda, dan Anda tidak dapat menonjol kecuali Anda mengetahui kompetitor Anda. Kenali kompetitor Anda dengan mengumpulkan informasi tentang produk, layanan, kualitas, harga, dan kampanye iklan mereka. Dalam marketing, apa yang dilakukan kompetitor Anda apakah bekerja dengan baik? Apa kelemahan mereka?
  • Pertimbangkan brand Anda . Bagaimana pelanggan memandang bisnis Anda membuat dampak dramatis pada penjualan. Program marketing Anda harus secara konsisten memperkuat dan memperluas brand Anda.
  • Fokus pada manfaat . Masalah apa yang Anda selesaikan? Apa manfaat yang Anda berikan? Pelanggan tidak berpikir dalam hal produk–mereka berpikir dalam hal manfaat dan solusi. Rencana pemasaran Anda harus dengan jelas mengidentifikasi manfaat yang akan diterima pelanggan. Fokus pada apa yang pelanggan dapatkan, bukan pada apa yang Anda berikan.
  • Fokus pada diferensiasi . Produk dan layanan Anda harus menonjol dari persaingan dalam beberapa hal. Bagaimana Anda akan bersaing dalam hal harga, produk, atau layanan?

Baca juga: 15 Aplikasi Pendukung Sales dan Marketing Terbaik

– Operations

Langkah selanjutnya dalam membuat bisnis plan Anda adalah mengembangkan Rencana Operations yang akan melayani pelanggan Anda, menjaga agar biaya operasional Anda tetap sesuai, dan memastikan profitabilitas. Rencana operations Anda harus merinci strategi untuk mengelola, mengatur staf, manufaktur, fulfillment, inventaris–semua hal yang terlibat dalam menjalankan bisnis Anda setiap hari.

Tujuan Anda dalam membuat Operations plan adalah dengan menjawab pertanyaan kunci berikut:

  • Fasilitas, peralatan, dan perlengkapan apa yang Anda butuhkan?
  • Apa struktur organisasi Anda? Siapa yang bertanggung jawab atas aspek bisnis apa?
  • Apakah penelitian dan pengembangan diperlukan, baik selama start up atau saat operations sedang berjalan? Jika demikian, bagaimana Anda akan menyelesaikan tugas tersebut?
  • Apa kebutuhan staf awal Anda? Kapan dan bagaimana Anda akan menambah staf?
  • Bagaimana Anda akan membangun hubungan bisnis dengan vendor dan pemasok? Apakah hubungan itu akan memengaruhi operasi Anda sehari-hari?
  • Apabila operasi Anda akan berubah seiring pertumbuhan perusahaan, langkah-langkah apa yang akan Anda ambil untuk memangkas biaya jika perusahaan pada awalnya tidak berkinerja sesuai harapan?

– Tim Manajemen

Banyak investor dan pemberi pinjaman merasa kualitas dan pengalaman tim manajemen adalah salah satu faktor terpenting yang digunakan untuk mengevaluasi potensi bisnis baru.

Dengan mengandalkan pekerjaan terhadap Tim Manajemen tidak hanya akan menguntungkan orang-orang yang mungkin membaca rencana Anda tetapi juga akan membantu Anda mengevaluasi skill, pengalaman, dan sumber daya yang dibutuhkan tim manajemen Anda. Memenuhi kebutuhan perusahaan Anda melalui eksekusi oleh tim manajemen yang baik akan berdampak besar pada peluang Anda untuk sukses.

Pertanyaan penting untuk dijawab dalam membentuk tim manajemen:

  • Siapa pemimpin kuncinya? (Jika orang yang sebenarnya belum diidentifikasi, jelaskan jenis orang yang dibutuhkan.) Apa pengalaman, latar belakang pendidikan, dan keterampilan mereka?
  • Apakah key leader Anda memiliki pengalaman di industri terkait? Jika tidak, pengalaman apa yang mereka bawa ke bisnis Anda yang dapat diterapkan?
  • Apa jobdesc di setiap posisi? (Membuat bagan organisasi mungkin dapat membantu.) Wewenang apa yang diberikan kepada dan tanggung jawab apa yang diharapkan dalam setiap posisi?
  • Berapa tingkat gaji yang diperlukan untuk menarik kandidat yang memenuhi syarat untuk setiap posisi? Apakah struktur gaji untuk perusahaan berdasarkan posisi?

– Analisis Keuangan

Proyeksi dan perkiraan keuangan dapat membantu pengusaha, pemberi pinjaman, dan investor atau pemberi pinjaman mengevaluasi secara objektif potensi keberhasilan perusahaan. Jika sebuah bisnis mencari pendanaan dari luar, memberikan laporan dan analisis keuangan yang komprehensif sangat penting.

Tetapi yang paling penting, proyeksi keuangan memberi tahu Anda apakah bisnis Anda memiliki peluang untuk bertahan–dan jika tidak, memberi tahu Anda bahwa Anda memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Sebagian besar rencana bisnis mencakup setidaknya lima laporan atau proyeksi dasar:

  • Neraca: Menggambarkan posisi kas perusahaan termasuk aset, kewajiban, pemegang saham, dan laba ditahan untuk mendanai operations mendatang atau untuk melayani sebagai pendanaan untuk ekspansi dan pertumbuhan. Angka ini menunjukkan kesehatan pada keuangan bisnis.
  • Laporan Laba Rugi: Juga disebut laporan Laba Rugi, laporan ini mencantumkan proyeksi pendapatan dan pengeluaran. Ini menunjukkan apakah sebuah perusahaan akan menguntungkan selama periode waktu tertentu.
  • Laporan Arus Kas: Proyeksi penerimaan kas dan pengeluaran pengeluaran. Ini menunjukkan bagaimana dan kapan uang tunai akan mengalir melalui bisnis; tanpa uang tunai, pembayaran (termasuk gaji) tidak dapat dilakukan.
  • Anggaran Operasi: Rincian pendapatan dan pengeluaran yang terperinci; memberikan panduan tentang bagaimana perusahaan akan beroperasi dari sudut pandang “dolar”.
  • Analisis Break-Even: Proyeksi pendapatan yang dibutuhkan untuk menutupi semua biaya tetap dan variabel. Menunjukkan kapan, dalam kondisi tertentu, sebuah bisnis dapat diharapkan menjadi menguntungkan.

Bagaiman Cara Membuat Business Plan dengan Baik?

Setelah Anda memahami konsep business plan di atas, selanjutnya Anda perlu memahami cara membuat bisnis plan dengan baik dengan langkah sebagai berikut:

1. Tentukan Visi, Misi dan Objektif

Partner Bisnis-Visi dan Misi

Terlebih pada visi yang merupakan rencana jangka panjang dan selaras dengan objektif. Dengan memiliki visi, misi, dan objektif yang jelas, maka perusahaan tak akan bingung dalam merancang rencana bisnis ke depan.

2. Menentukan Target Market dan Audiens

target audiens dalam pemasaran media sosial

Untuk bisa membuat sebuah bisnis plan, Anda tentu harus menentukan target market dan audiens dari perusahaan Anda. Untuk target market Anda dapat melihat pada konsep yang telah kami jelaskan di atas. Lalu bagaimana dengan audiens? ada beberapa aspek dalam menarget suatu audiens sebagai berikut:

  • Berapa usianya?
  • Apa pendidikannya?
  • Seperti apa status sosial ekonominya?
  • Berada di mana tinggalnya?

Itu adalah poin-poin yang perlu ditentukan pada target market Anda. Dengan memiliki target market dan audiens yang jelas, maka perusahaan  lebih memudahkan Anda dalam membuat berbagai strategi pada bisnis plan Anda nantinya.

3. Membuat Company Profile

Company Culture- business plan

Company profile adalah hal yang harus dipikirkan sebelum Anda menjalankan suatu bisnis. Ini adalah aspek penting dalam bisnis plan Anda, dimana tujuan dari company profile adalah agar calon pelanggan tahu siapa Anda, apa yang Anda tawarkan, dan bagaimana perusahaan Anda memiliki value dalam berbisnis.

Membuat company profile juga sangat penting khususnya bagi Anda yang akan melakukan pitching ke investor atau peminjam. Buat company profile secara jelas, detail, dan persuasif agar Anda dapat dipercaya oleh pelanggan maupun investor.

4. Mencatat Transaksi Keuangan

Ide Bisnis Keuangan- business plan

Bisnis dapat tumbuh dan sustain berkat pencatatan keuangan yang jelas, terperinci, dan transparan. Dengan adanya pencatatan keuangan, Anda bisa melakukan evaluasi menyeluruh atas pendapatan dan pengeluaran. Tidak hanya itu, pencatatan keuangan yang baik juga akan membuat investor semakin percaya untuk memberikan dana kepada bisnis Anda.

5. Buat Strategi Marketing yang Baik

CRM-Marketing-Menjaga-interaksi-Business plan

Ya, seperti yang sudah dijelaskan pada konsep bisnis plan, bahwa memiliki strategi marketing sangat penting agar pelanggan tahu bahwa produk Anda “ada”. Bagaimana produk hebat Anda bisa booming jika Anda tidak tahu cara memasarkannya yang baik dan benar?

Strategi marketing yang baik bukan hanya tentang hard selling atau Anda hanya menjual, jual, dan jual. Anda perlu memberikan experience kepada pelanggan mengenai bagaimana produk atau jasa yang Anda tawarkan, dapat memberikan solusi terhadap masalah yang pelanggan Anda alami.

Baca juga: 15 Aplikasi Digital Marketing Terbaik untuk Bisnis Online

Sudah Tahu Kan Cara Membuat Business Plan dengan Baik? Ayo Terapkan Sekarang!

Setelah Anda memahami cara membuat bisnis plan, gunakan cara tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan bisnis agar sesuai jalur yang sudah direncanakan. Atau bisa Anda keluarkan ketika menemui calon investor potensial. 

Salah satu kunci keberhasilan bisnis adalah dengan memberikan pelayanan pelanggan yang baik. Qontak.com dapat memberikan solusi untuk meningkatkan penjualan dan otomatisasi layanan pelanggan melalui Instagram API, Omnichannel Facebook Messenger, dan WhatsApp Bisnis API.

Semua layanan pelanggan pada social media Anda dapat dijalankan dalam 1 platform. Terlebih, Qontak.com telah dipercaya lebih dari 3000 bisnis untuk meningkatkan usahanya.

Logo Qontak

Meet our expert editorial team, passionate about CRM, Omnichannel, Customer Service & more. We craft insights that drive customer-centric excellence.

Artikel terkait

Memahami Konsep Captive Market, Agar Bisnis Untung Terus

Memahami Konsep Captive Market, Agar Bisnis Untung Terus

Brand Guideline: Panduan dalam Menciptakan Identitas Merek

Brand Guideline: Panduan dalam Menciptakan Identitas Merek

Strategi Menyusun Komunikasi Korporat dan Fungsinya

Strategi Menyusun Komunikasi Korporat dan Fungsinya

promo desember

Moka Logo

Tips Bisnis

Business Plan: Pengertian, Manfaat dan Cara Membuat

Jordhi

Apa Itu Business Plan?

Kenapa business plan penting, jenis-jenis business plan, cara membuat business plan, download business plan gratis.

Apa Itu Business Plan dan Apa Manfaatnya Bagi Usaha Anda? – Setidaknya ada lima hal yang harus Anda ketahui sebelum memulai suatu bisnis. Kelima hal ini mungkin kurang terasa manfaatnya dalam jangka pendek, tapi tanpanya Anda akan cukup kesulitan untuk memastikan usaha yang Anda bangun akan bertahan lama.

Tentunya Anda tidak ingin bisnis yang dibangun dengan susah payah ini harus menyerah di tengah jalan hanya karena persiapan yang kurang matang bukan?

Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah ketahui betul siapa konsumen Anda dan masalah apa yang bisa Anda pecahkan melalui produk barang/jasa Anda. Kedua, langkah kecil dan nyata dalam memulai bisnis jauh lebih baik ketimbang rencana besar yang lambat dieksekusi.

Ketiga, memahami betul apa yang menjadi kekuatan Anda sebagai seorang founder atau pendiri usaha. Keempat, carilah mentor atau penasihat yang bisa membantu Anda melihat masalah dengan lebih jelas.

Kelima, dan yang akan kita bahas lebih mendalam yakni business plan . Tanpa panjang lebar lagi, berikut ini 5 hal yang harus Anda ketahui tentang business plan sebelum memulai sebuah usaha.

membuat business plan - rencana bisnis - proposal bisnis - Serba-Serbi Business Plan yang Wajib Diketahui Sebelum Memulai Usaha

Secara definisi business plan adalah dokumen tertulis yang menjelaskan tentang sifat dari sebuah bisnis. Sebuah business plan sudah sepantasnya mengandung strategi penjualan dan pemasaran dengan detail, kondisi pendanaan, serta perkiraan pendapatan dan pengeluaran selama bisnis tersebut berjalan.

Business plan juga memuat tujuan atau goals yang ingin perusahaan Anda capai, serta cara-cara untuk memastikan tujuan tersebut bisa tercapai dengan baik.

Selain itu, business plan juga merupakan peta jalan atau roadmap yang memberikan arahan jelas tentang bagaimana sebuah bisnis menjawab tantangan yang akan timbul di masa depan. Maka dari itu, penyusunan sebuah business plan tidak boleh dilakukan dengan terburu-buru atau make it as the business goes .

Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa business plan adalah sebuah dokumen yang menjelaskan tentang bagaimana bisnis yang akan Anda bangun, lengkap dengan rencana tujuan apa saja yang ingin diraih dan strategi untuk meraih tujuan tersebut. Jadi, bisa dibilang business plan ini akan menjadi penunjuk arah ke mana bisnis Anda akan berkembang.

kerja sama dalam bisnis-2

1. Panduan dalam membuat keputusan

Dari definisi yang sudah diutarakan, dapat dilihat bahwa business plan sudah menjadi sebuah “kitab suci” bagi sebuah bisnis karena memuat segala hal yang dibutuhkan untuk menjadi pedoman. Ini adalah alasan pertama business plan penting bagi setiap bisnis, yaitu sebagai panduan untuk memastikan keputusan yang diambil memang sesuai dengan kebutuhan suatu bisnis.

Sebagai seorang pengusaha, Anda harus mengambil keputusan strategis di tengah banyaknya variabel yang harus diperhitungkan, sehingga mudah sekali untuk kehilangan fokus. Dengan adanya business plan , Anda akan memiliki koridor yang jelas, sehingga bisa mengambil keputusan atau menghasilkan ide yang lebih terfokus.

2. Meyakinkan investor

Alasan kedua yaitu business plan dapat membantu Anda meyakinkan investor untuk menanamkan modal pada bisnis Anda.

Mengingat modal yang ditanamkan pada sebuah bisnis tidak pernah dalam nominal yang kecil, tentunya seorang investor ingin mengenali seluk bisnis Anda terlebih dahulu.

Salah satu caranya adalah dengan mempelajari business plan yang Anda buat, guna menentukan apakah strategi-strategi yang Anda susun memang cukup feasible dan bisnis yang akan Anda bangun memang profitable dalam waktu-waktu mendatang. Maka dari itu, penyusunan business plan harus dilakukan dengan baik dan berdasarkan riset pasar yang mendetail.

3. Sarana komunikasi dengan stakeholders

Alasan ketiga yaitu business plan merupakan salah satu sarana komunikasi dengan orang-orang yang akan terlibat begitu bisnis Anda berjalan. Sebuah bisnis tidak akan bisa berjalan tanpa adanya organisasi di dalamnya, supplier untuk memastikan produksi berjalan lancar, dan tentu saja penanaman modal.

Orang-orang terbaik yang benar-benar mampu mendukung bisnis Anda, butuh sesuatu yang nyata. Maka dari itu, business plan menjadi elemen yang sangat penting sebelum memulai usaha.

menerapkan pemanfaatan data untuk bisnis

Sebelum mengetahui bagaimana cara membuat business plan , sebaiknya Anda paham terlebih dahulu tentang jenis-jenis dari business plan yang ada. Dari berbagai sumber, terangkum sedikitnya ada lima jenis business plan yang bisa dipilih sesuai dengan ciri dari bisnis Anda, antara lain:

1. Start-up business plan

Business plan jenis ini memberikan gambaran tentang perusahaan yang Anda dirikan. Start-Up Business Plan juga mengandung produk barang atau jasa yang akan Anda tawarkan, evaluasi pasar, evaluasi kompetitor, faktor-faktor risiko, tim pemasaran, dan juga sistem manajemen yang akan diberlakukan.

Di dalam Start-Up Business Plan ini terdapat proyeksi-proyeksi tentang pemasukan, keuntungan, pengeluaran, dan juga arus kas begitu perusahaan berjalan. Business plan jenis ini terbilang cukup lengkap sehingga cocok untuk dipresentasikan kepada calon investor Anda.

2. Strategic business plan 

Strategic business plan sedikit lebih kompleks daripada start-up atau general business plan . Di dalamnya, terdapat hal-hal yang lebih spesifik dalam menggambarkan tujuan atau objektif yang ingin dicapai oleh sebuah perusahaan.

Struktur dari strategic business plan bisa berbeda-beda untuk setiap perusahaan, hanya saja ada beberapa komponen vital yang harus tercantumkan, yaitu visi bisnis, mission statement atau pernyataan misi perusahaan, faktor kritis sukses atau critical success factor , strategi untuk mencapai goal perusahaan, dan juga jadwal implementasi strategi perusahaan. Jenis business plan ini dapat membantu para stakeholders untuk lebih memahami objektif dari perusahaan Anda, sehingga mereka ikut percaya dengan visi yang Anda usung.

3. Operations Business Plan

Operations Business Plan diperuntukkan untuk kebutuhan internal perusahaan. Di dalamnya, terdapat perencanaan dan peraturan tentang operasional perusahaan. Secara spesifik, Operations Business Plan juga memuat tanggung jawab bagi setiap pegawai yang bekerja di suatu perusahaan.

4. Development Business Plan

Development business plan adalah penjelasan utuh tentang pengembangan bisnis yang direncanakan. Di dalamnya terdapat kelengkapan tentang organisasi perusahaan, administrasi, dan pertanggungjawaban yang diemban oleh masing-masing pegawai. Maka dari itu, dokumen ini bisa digunakan untuk kebutuhan eksternal maupun internal.

5. Growth Business Plan

Growth Business Plan berisi deskripsi mendalam tentang perencanaan pengembangan usaha untuk ke depannya. Dokumen ini bisa digunakan untuk kebutuhan internal, atau pun eksternal guna mendapatkan suntikan modal.

Hanya saja, jika akan digunakan untuk kebutuhan eksternal, growth business plan harus berisi gambaran jelas tentang perusahaan, struktur manajemen, dan pihak-pihak yang menempati posisi penting.

business plan

Setelah mengetahui apa itu business plan , alasan kenapa business plan itu penting, dan jenis-jenis business plan , maka kini saatnya Anda mengetahui bagaimana cara membuat business plan yang baik. Berikut ini hal-hal yang perlu Anda perhatikan.

Business Plan Pengertian, Manfaat dan Cara Membuat

1. Perbanyak riset sebelum membuat business plan Anda

Pepatah “knowing is half the battle” memang benar adanya. Sebelum Anda menjual satu produk barang atau jasa, baik melalui perusahaan berbadan hukum atau pun tidak, harus diawali dengan riset dan analisa terlebih dahulu.

Pertama, siapkanlah serangkaian pertanyaan untuk membantu Anda menentukan produk apa yang terbaik. Tanyakan pada diri Anda sendiri, apa unique selling point dari produk Anda sehingga bisa unggul di mata konsumen?

Mengapa konsumen harus peduli dan memilih produk Anda? Siapa yang menjadi target pasar dari produk Anda? Bagaimana cara mengkomunikasikan produk tersebut? Kapan waktu terbaik untuk meluncurkan produk ini? Pertanyaan-pertanyaan sederhana berbasis 5W+1H ini akan sangat membantu Anda menjalankan usaha di kemudian hari.

Setelah itu, lakukanlah riset pasar guna mengenali medan pertempuran yang akan Anda masuki. Riset pasar ini berguna untuk menciptakan strategi yang tepat guna dengan menimbang baik dan buruk suatu keputusan. Riset pasar juga dapat membantu Anda menentukan tujuan bisnis.

2. Buatlah company profile untuk perusahaan Anda

Business plan harus memuat informasi tentang perusahaan Anda. Informasi ini tertuang dalam sebuah company profile yang memuat nama perusahaan yang telah didaftarkan, alamat kantor fisik atau pun virtual, nama-nama direksi dan/atau komisaris yang menjabat, sejarah berdirinya perusahaan, industri yang digeluti, dan tentu saja produk-produk yang ditawarkan.

Company profile juga bisa memuat target pasar, aset-aset perusahaan, dan juga visi misi dari perusahaan Anda. Dengan company profile yang baik, maka usaha Anda akan memiliki kredibilitas yang baik pula.

Dengan kata lain, company profile adalah kesempatan Anda untuk “menjual” perusahaan Anda ke calon investor dan calon pelanggan. Maka dari itu, company profile sebaiknya ditempatkan pada bagian awal dari sebuah business plan .

3. Tentukan apa dulu tujuan dari bisnis Anda

Pernyataan tujuan dalam sebuah business plan dapat membantu calon investor atau stakeholders lainnya memahami dengan betul goal apa yang ingin diraih perusahaan.

Namun, sebuah tujuan tidak akan berarti apa-apa jika tidak dilengkapi langkah-langkah untuk meraihnya. Maka dari itu, rumuskan langkah-langkah untuk mencapainya tujuan jangka pendek dan jangka panjang perusahaan Anda.

Pernyataan tujuan ini juga berguna untuk mengamankan modal dari calon investor. Hanya saja, pastikan di dalamnya terdapat penjelasan tentang tujuan yang mendasari kebutuhan pendanaan tersebut, kemudian bagaimana pendanaan tersebut dapat membuat bisnis Anda bertumbuh.

4. Siapkan dokumen yang diperlukan untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan

Selain company profile , ada juga beberapa dokumen lain yang dibutuhkan untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan Anda. Company profile dapat diibaratkan sebagai curriculum vitae .

Tentunya untuk melamar suatu pekerjaan, Anda butuh lebih dari curriculum vitae bukan? Pasti perusahaan membutuhkan dokumen untuk membuktikan kualifikasi dan kompetensi Anda, seperti ijazah atau sertifikat keahlian.

Pada perusahaan, dokumen-dokumen yang diperlukan seperti catatan keuangan, arus kas, adanya lisensi jika Anda menggunakan kekayaan intelektual pihak lain, dan lain sebagainya. Dokumen-dokumen ini tentunya menjadi perhatian utama bagi seorang investor sebelum menanamkan modalnya untuk bisnis Anda.

5. Jelaskan dengan detail barang atau jasa Anda

Ada beberapa aspek yang harus dijelaskan dengan baik. Pertama, penjelasan tentang bagaimana cara kerja produk Anda. Kedua, pricing model yang Anda gunakan beserta alasan di balik model tersebut.

Kedua, siapa yang menjadi customer utama dari bisnis Anda. Ketiga, alasan kenapa produk Anda lebih unggul dibandingkan produk-produk sejenis yang sudah ada di pasaran; dan keempat yaitu strategi penjualan dan pendistribusian produk Anda.

6. Buatlah Marketing Plan 

Untuk membuat business plan , Anda juga harus mencantumkan marketing plan . Gunanya marketing plan ini adalah supaya bisnis Anda memiliki rencana pemasaran yang lebih solid.

Di dalam sebuah marketing plan , sebaiknya mencakup latar belakang dari project beserta visi dan misi, problem statement yang berisi kebutuhan yang akan dijawab oleh produk Anda, goals and objective yang ingin diraih dengan melakukan pemasaran, juga target audience atau konsumen utama.

Jangan lupa, jabarkan juga soal channel utilization yang menjelaskan kanal pemasaran Anda, communication strategy yang menjelaskan cara mengkomunikasikan produk Anda ke konsumen, dan timelines untuk memastikan semua project berjalan dengan tepat waktu.

7. Sesuaikan pula dengan  target pembacanya

Di atas telah dijelaskan tentang jenis-jenis business plan . Seperti yang sudah diketahui, setiap jenis business plan diperuntukkan untuk pembaca yang berbeda-beda. Ada yang khusus untuk kebutuhan internal, ada pula yang untuk diperuntukkan bagi para stakeholder dan investor.

Bagi beberapa pihak, hanya hal-hal spesifik saja yang perlu diketahui dari sebuah business plan . Sehingga, Anda bisa menekankan pada aspek-aspek tertentu yang sekiranya memang sesuai dengan fokus dari pembaca.

Misalnya, bagi seorang investor, maka informasi-informasi soal cash flow , struktur manajemen, serta konsep bisnis yang diusung. Hal ini tentu berbeda dengan seorang manajer internal perusahaan, yang akan lebih fokus pada objektif dari perusahaan.

Dengan menyesuaikan target pembaca, Anda bisa saja membuat beberapa versi business plan . Hanya saja, pastikan data-data faktual dalam business plan tersebut sama untuk menghindari adanya kesalahpahaman di kemudian hari.

8. Buatlah analisis bisnis dan proyeksi keuangan

Bagi Anda pemilik bisnis kecil ingin mengembangkan usahanya, perlu mencantumkan hasil analisis perusahaan Anda. Adapun hal-hal yang harus disampaikan dalam analisis bisnis ini antara lain berapa banyak pemasukan dan pengeluaran serta neraca aset dan utang perusahaan.

Hal ini berguna untuk membuktikan bahwa keuangan perusahaan Anda memang sehat dan profitable , sehingga siap untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi.

Selain itu, untuk bisa mendapatkan kepercayaan dari investor, cantumkanlah proyeksi keuangan pada business plan Anda.

Pada intinya, investor ingin investasinya bisa menghasilkan keutungan yang sebesar-besarnya. Anda sebagai pengusaha harus mampu menunjukkan bahwa bisnis Anda mampu mendatangkan keuntungan yang maksimal. Maka dari itu, proyeksi keuangan akan menjadi satu hal yang mereka perhatikan betul.

Pada bagian proyeksi keuangan, Anda bisa menambahkan hasil penjualan per periode tertentu, dan perkiraan pengeluaran serta pemasukan untuk beberapa tahun ke depan. Dalam membuat proyeksi keuangan, Anda harus benar-benar akurat dan realistis. Jadi, analisa kembali bagaimana keuangan usaha Anda selama beberapa waktu ke belakang.

membuat business plan (3)

Untuk memudahkan Anda membuat business plan dengan lebih mudah, Anda bisa menggunakan template business plan yang tersedia gratis di internet. Namun, pada intinya, sebuah business plan memuat hal-hal sebagai berikut:

1. Executive summary

Executive summary merupakan bagian terpenting dalam sebuah business plan , sebab bagian ini adalah yang pertama kali dibaca oleh calon investor.

Jika mereka tidak menemukan sesuatu yang menarik pada bagian executive summary , maka besar kemungkinan business plan Anda tidak akan dibaca hingga selesai. Maka dari itu, executive summary mampu menunjukkan potensi keuntungan dari bisnis Anda dengan tidak lebih dari dua halaman.

Executive summary harus memuat penjelasan singkat tentang usaha Anda, deskripsi tentang produk, objektif yang ingin dicapai perusahaan, target market yang Anda incar, apa yang membedakan Anda dengan para kompetitor, pihak-pihak yang menjabat di posisi strategis serta kualifikasi yang mereka miliki.

2. Deskripsi perusahaan

Bagian ini memuat mission statement perusahaan Anda, filosofi dan visi yang diusung, tujuan jangka pendek dan jangka panjang, penjelasan mendalam tentang target pasar, pandangan tentang industri yang Anda geluti, serta aspek-aspek legalitas yang sudah Anda penuhi.

3. Produk atau jasa yang ditawarkan 

Bagian ini memuat penjelasan tentang produk barang atau jasa yang Anda tawarkan dengan lebih mendalam daripada yang sudah dijelaskan di bagian executive summary .

Pada bagian ini, sebaiknya termuat penjelasan produk yang dijual lengkap dengan bagaimana Anda memproduksi produk tersebut, masalah apa yang mampu diselesaikan dengan produk Anda, fitur-fitur khusus yang membuat produk Anda unggul, dan bagaimana Anda menentukan harga untuk produk tersebut.

4. Strategi marketing dan sales

Untuk bagian ini, Anda bisa merujuk pada marketing plan yang sebelumnya sudah dibahas. Bagian strategi marketing dan sales ini sangatlah penting untuk memastikan semua stakeholders mendapatkan arahan yang jelas bagaimana perusahaan memposisikan diri di pasar dan bagaimana komunikasi yang ingin dibangun dengan konsumen.

5. Strategi operasional

Bagian ini memuat strategi-strategi yang diperlukan untuk memastikan kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Untuk itu, Anda perlu melakukan analisis terlebih dahulu tentang bagaimana sifat dari bisnis Anda.

Tidak ada salahnya untuk belajar dari kompetitor untuk mengetahui apa saja kekurangan dalam kegiatan operasional mereka, kemudian aplikasikan cara yang lebih baik pada bisnis Anda.

6. Strategi finansial

Pada bagian ini, ada beberapa aspek yang perlu dibahas dengan detail, yaitu biaya yang keluar, penentuan harga, dan analisis balik break even point atau balik modal. Aspek biaya yang keluar ini mencakup pembelian bahan baku, ongkos produksi, biaya gaji karyawan, biaya sewa tempat, biaya marketing, dan biaya-biaya keperluan perusahaan lainnya.

Sementara itu, analisis break even point mencakup perhitungan logis kapan perusahaan dapat balik modal, serta langkah-langkah untuk mempercepat balik modal perusahaan.

Jika Anda butuh bantuan panduan lebih lanjut untuk membuat business plan , Anda bisa mengunduh template business plan yang Moka siapkan dengan mengisi form di bawah ini.

Jika Anda sudah yakin untuk membuka usaha sendiri dan membutuhkan sistem point of sales yang mudah dan kaya fitur, maka percayakan saja kepada Moka .

Dengan fitur-fitur seperti inventory , laporan penjualan, manajemen promo, loyalty program , pengelolaan pesanan, dan manajemen karyawan, Moka dapat memastikan operasional bisnis jadi lebih mudah, efektif, dan efisien. Ingin mencoba Moka dan membuktikan sendiri bagaimana manfaatnya untuk bisnis Anda?

Jordhi

Penulis di Blog Moka

  • DailySocial TV
  • Selasa Startup
  • Privacy & Policy
  • Term of Services

Logo Biznet

Copyright©2020. PT Digital Startup Nusantara

Artificial Intelligence

Funding News

Founders Tips

New Economy

Tips & Trick

ENTERTAINMENT

  • Terms of Services
  • E-commerce 2024
  • Annual Report 2023
  • Ekonomi Digital ANIES
  • Ekonomi Digital GANJAR

6 Elemen yang Harus Ada dalam Bisnis Plan

Jangan lewatkan elemen-elemen penting ini ketika membuat bisnis plan.

Andara Rose - 7 March 2022

Copy link Link copied!

Membangun sebuah bisnis pasti dipenuhi dengan tantangan, mulai dari keunikan produk hingga rencana penjualan agar mendapat profit. Selain kedua hal tersebut, terdapat beberapa hal penting lainnya yaitu soal perencanaan bisnis hingga pendanaan awal.

Asal kamu tahu, kamu bisa membuat business plan untuk mencapai kedua hal tersebut. Business plan sendiri adalah dokumen penting yang berisi tujuan dan perencanaan bisnis secara keseluruhan. Tujuan business plan tak lain dan tak bukan adalah untuk membantu arah bisnis ke depannya.

Selain itu, membuat business plan juga akan berguna untuk meyakinkan investor terkait pendanaan awal bisnismu. Kamu tentu tak ingi menyia-nyiakan pitching dengan investor penting bukan? Nah, kamu bisa memahami lebih dalam tentang pengertian, manfaat, dan tips membuatnya di sini.

Sebelum mengikuti tips membuat business plan yang baik, kamu harus tahu elemen-elemen penting yang harus ada di dalamnya. Yuk, mari simak apa saja hal-hal yang harus ada dalam bisnis plan berikut ini.

Apa Saja yang Harus Ada dalam Bisnis Plan?

Ringkasan eksekutif.

Bagian ini berisi ringkasan soal bisnismu secara keseluruhan. Kamu bisa memasukkan alasan mengapa kamu mendirikan bisnis tersebut. Kemudian, lanjutkan dengan memasukkan gambaran singkat mengenai produk atau layanan, analisis pasar, strategi pemasaran, dll.

Bagian ini harus dibuat semenarik mungkin karena ini adalah segmen yang pertama kali dibaca. Karena ini bagian ini berupa ringkasan, maka jahit unsur-unsur yang penting menggunakan kalimat efektif dan catchy agar pembaca berminat untuk lanjut membaca ke segmen selanjutnya.

Profil Bisnis

Sesuai namanya, bagian ini berisi profil bisnis yang akan kamu jalankan. Di bagian ini, visi dan misi bisnismu menjadi unsur wajib yang harus ada. Ceritakan konsep bisnis secara keseluruhan dan sebutkan bentuk kepemilikan bisnismu, misalnya korporasi, kepemilikan tunggal, dll.

Kamu juga harus menentukan posisi bisnismu di pasar ( positioning ) dengan menggunakan analisis SWOT. Tunjukkan kelebihan (strength) dan kekurangan (weakness) bisnismu sekaligus ancaman (threat) dan peluang (opportunity) yang bisa kamu manfaatkan untuk mengembangkan bisnismu.

Produk atau Layanan

Jelaskan produk atau layanan utama dari bisnismu di bagian ini, kelebihannya, juga keunikannya. Ceritakan pula bagaimana kamu akan memproduksi atau menjalankannya. Selain itu, penting juga untuk memasukkan argumen, sejauh mana produk atau layanan bisnismu dapat menjawab permasalahan pasar.

Analisis Pasar

Di bagian ini, kamu akan berkutat pada konsumen. Kamu perlu melalukan targeting dan segmenting untuk memilih target konsumen yang seperti apa yang akan kamu bidik oleh bisnismu. Kamu bisa menganalisis konsumen dari segi demografis, psikologis, hingga behavior agar target yang kamu bidik semakin tajam.

Selain itu, kamu juga harus mengidentifikasi kompetitor bisnis yang mempunyai konsep mirip dengan bisnismu di pasar. Ini akan membantumu untuk menentukan positioning lebih tajam di pasar. Selain itu, kamu juga bisa menemukan kelemahan competitor sebagai celah bagi bisnismu untuk meraih peluang.

Strategi Pemasaran

Selanjutnya, kamu juga harus memasukkan bagaimana kamu akan menjual produk atau layanan bisnismu ketika sudah mendapat modal. Dengan kata lain, bagian ini berisi rencana pemasaran yang akan kamu gunakan agar produk/layanan bisa sampai ke tangan konsumen.

Kalau bisnismu masih baru, maka kamu harus memasukkan strategi promosi dan iklan agar konsumen mengenal produk/layananmu terlebih dahulu.

Rancangan Biaya

Terakhir adalah bagian biaya. Keuangan merupakan salah satu aspek esensial yang berkaitan dengan bisnis. Tanpa perencanaan keuangan yang matang, kamu bisa saja tak menuai profit yang diinginkan. Atau bahkan lebih buruknya, bisnismu harus gulung tikar.

Maka dari itu, kamu wajib mencantumkan rencana terkait berapa modal, pendapatan, dan pengeluaran yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnismu. Untuk modal misalnya, berapa nominal yang kamu butuhkan dari investor untuk memulai bisnis.

Kemudian, untuk pendapatan, berapa kira-kira laba kotor dan laba bersih yang bisa dihasilkan oleh bisnismu. Sedangkan untuk pengeluaran, biasanya diisi dengan beban operasional, gaji pegawai, biaya pemeliharaan website, dll.

Contoh Proposal Bisnis Plan

Di bawah ini adalah contoh bisnis plan untuk pemula. Kamu bisa mengadopsi dan menyesuaikannya dengan bisnis yang sedang kamu jalani sekarang.

Masyarakat telah menghadapi pandemi selama lebih dari dua tahun lamanya dan Covid-19 bermutasi semakin menular. Akibatnya, para ibu rumah tangga yang khawatir tertular Covid-19 saat berbelanja kebutuhan.

Belanja.com hadir untuk memenuhi kebutuhan belanja para ibu rumah untuk meminimalisir tertularnya virus Covid-19. Belanja.com juga akan mempermudah kegiatan belanja para ibu rumah tangga dengan sekali klik.

Belanja.com merupakan sebuah bisnis berbentuk e-commerce pesan antar yang menawarkan kebutuhan pokok rumah tangga. Berkantor di Jakarta Pusat, bisnis ini dijalankan oleh orang-orang berpengalaman di bidang bisnis dan teknologi sehingga kami menjamin layanan yang memuaskan.

Mereka adalah seperti oleh mantan CEO startup ternama, Galih Suprayogo dan mantan CTO startup ternama, Sabrina Amalia. Dengan peluang yang ada, Belanja.com diperkirakan dapat meraup profit sebesar Rp 1 miliar di tahun pertama berdiri.

Belanja.com memiliki visi untuk mempermudah ibu rumah tangga berbelanja dengan cepat dan nyaman. Untuk mewujudkannya, Belanja.com hadir dengan membuat aplikasi praktis untuk mengantarkan belanjaan konsumen sampai di rumah dalam keadaan baru dan segar.

Belanja.com memiliki kelebihan sebagai platform e-commerce yang menyediakan layanan pesan antar secara cepat dalam 10 menit. Kelemahan yang dimiliki adalah merek Belanja.com masih belum dikenal masyarakat .

Belanja.com bisa jadi terhalang dengan eksistensi e-commerce dengan konsep yang sama. Namun, dengan waktu antar yang lebih cepat tersebut, Belanja.com yakin dapat bersaing dengan e-commerce lainnya.

Belanja.com memiliki berbagai jenis produk kebutuhan pokok rumah tangga seperti bahan makanan mentah, bumbu dapur, sayur dan buah segar, dan bahan memasak (minyak, gula, garam, dll).

Para konsumen dapat membuka aplikasi Belanja.com, memilih produk yang diinginkan, melakukan pembayaran, dan 10 menit kemudian pesanan akan sampai di tujuan. Aplikasi Belanja.com akan memilihkanmu toko paling dekat yang menyediakan produk yang kamu beli.

Dengan Belanja.com, para konsumen akan menghemat waktu, menghemat budget, sekaligus terhindar dari risiko tertular virus Covid-19 saat berbelanja langsung di pasar atau supermarket.

Target konsumen

  • Para ibu rumah tangga usia 23-35 tahun yang aktif berbelanja kebutuhan pokok di pasar atau supermarket.
  • Para perempuan karier yang memiliki sedikit waktu untuk berbelanja
  • Dapat mengoperasikan ponsel dan melakukan transaksi di e-commerce secara online
  • Menyukai hal praktis
  • Malas berbelanja secara offline

Terdapat beberapa kompetitor seperti HappyFresh yang telah dikenal masyarakat luas. Selain itu, terdapat juga Astro yang memiliki konsep pesan antar cepat.

Untuk HappyFresh, Belanja.com sudah dapat mengungguli waktu pengantaran barang sehingga barang datang masih dalam keadaan segar. Sedangkan, untuk Astro, Belanja.com dapat mengungguli konsep Astro untuk mengantarkan barang lebih cepat yaitu 10 menit.

Belanja.com akan bekerja sama dengan influencer dengan kriteria yang mirip dengan target konsumen, untuk membuat thread di Twitter mengenai servis Belanja.com. Tujuannya agar konten tersebut viral sekaligus untuk meningkatkan brand awareness. Selanjutnya, Belanja.com juga akan melakukan beragam strategi digital marketing.

Rencana Anggaran

Build dan maintain website: Rp 50.000.000

Beban operasional: Rp 250.000.000

Biaya lain-lain: Rp 150.000.000

Rencana Modal

Dana investor: Rp 500.000.000

Estimasi Profit

Hasil penjualan layanan: Rp 1.000.000.000

Tags: bisnis plan elemen

RECOMMENDED COVERAGE

Sign up for our newsletter

Review Order

Payment Details

Subscribe Monthly

Total Payment

By clicking the payment method button, you are read and agree to the terms and conditions of Dailysocial.id

 alt=

Check the box to Create your Account

Login to your account

Forgot Password?

To reset your password, please input email of your DailySocial.id account.

Reset Password

Reset link sent!

Thanks! You’ve been emailed a password reset link.

Create your account

Create Account

Check your email to verify!

If you didn’t receive an email in your inbox, check your spam folder.

We've emailed you a temporary password.

Stay connected with us and get full features in our platform. Community and Information can be fully open.

No, thank you.

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

  • Graphic Design

Advertising

Social media.

  • Market Intelligence
  • Seo Framework
  • Website Framework
  • Ads Framework
  • Content Framework

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

Mengenal Bisnis Plan dan Mengapa Perlu Membuatnya

Ryan kristomuljono.

  • April 11, 2023
  • Business and Marketing

Mengenal Bisnis Plan

Bisnis plan atau business plan adalah rencana yang dibuat sebelum sebuah usaha dilakukan. Rencana ini dibuat untuk pegangan agar bisnis tidak mengalami masalah di kemudian hari dan akhirnya gagal di tengah jalan.

Memahami bisnis plan ( business plan ) dan membuatnya dengan baik akan membuat Anda jadi lebih mudah memahami usaha yang dijalankan. Bahkan, hal tersebut bisa digunakan untuk mengembangkan usaha dan mendapatkan modal. Simak informasi di bawah ini!

Tujuan bisnis Plan

Setelah mengetahui beberapa penjelasan singkat mengenai business plan saatnya mengetahui tujuan utama dari bisnis plan. Berikut adalah tujuan utamanya,

  • Menyediakan Roadmap untuk bisnis Anda. Sehingga Anda dapat memproyeksikan tahapan-tahapan bisnis yang sudah Anda lakukan.
  • Menarik calon investor. Dengan memiliki bisnis plan yang jelas maka investor akan tertarik untuk menanamkan investasinya.
  • Mengatur rencana laporan keuangan perusahaan. Business Plan membuat kondisi keuangan perusahaan menjadi lebih sehat dalam mengatur keuangan bisnis.
  • Membantu dalam mengambil keputusan. Dalam mengambil keputusan dapat diterapkan pada growth business plan di dalam perusahaan.
  • Memperjelas fokus bisnis. Dengan memiliki fokus bisnis yang lebih jelas, maka akan mudah mencapai tujuan suatu perusahaan.

Komponen dalam Bisnis Plan

Setelah mengetahui arti dan tujuan dari bisnis plan, selanjutnya Anda harus mengetahui komponen-komponen dalam bisnis plan. Komponen-komponen tersebut adalah,

1. Executive Summary

Komponen pertama adalah executive summary . Komponen ini adalah bagian dalam bisnis plan yang menguraikan informasi dalam perusahaan seperti target pasar, produk target pasar, sampai manajemen operasional perusahaan ( operation business ).

2. COmpany Profile

Komponen berikutnya adalah profile perusahaan. Pada company profile ini berisikan tentang derskripsi perusahaan mulai dari struktur organisasi, sejarah perusahaan, visi misi perusahaan, sampai tujuan perusahaan tersebut yang mana akan menarik perhatian para investor.

3. Produk atau jasa

Komponen berikutnya adalah produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Anda dapat memproyeksikan suatu gambaran bagaimana produk atau jasa tersebut dapat memberikan keuntungan dalam menjalankan bisnis.

4. Analisis Target Pasar

Komponen ini menjelaskan tentang strategi pemasaran yang akan digunakan dalam menjalani bisnis. Selain itu juga, komponen ini juga menentukan pendekatan seperti apa yang dapat meningkatkan nilai penjualan.

Baca Juga : Planning: Pengertian, Manfaat, Jenis-Jenis, dan Cara Membuatnya

Mengapa Harus Membuat Bisnis Plan ?

Sebelum membuat usaha dengan skala apa pun, ada baiknya untuk mengetahui alasan atau manfaat membuat rencana bisnis. Nah, apa saja yang bisa didapatkan saat membuatnya?

1. Orientasi Bisnis Jelas

Orientasi bisnisnya jelas mulai dari awal. Misal, bisnis berfokus pada penjualan satu produk saja atau berfokus pada jasa tertentu. Dengan bisnis plan yang jelas, Anda tidak akan salah jalan dan tetap berfokus pada keuntungan.

2. Dipakai untuk Mencari Investor

Dokumen yang baik dan dibuat dengan profesional bisa dipakai untuk mencari investor. Katakanlah Anda tidak memiliki cukup modal untuk memulai usaha, dokumen ini bisa dibuat untuk proposal pencarian modal.

Anda bisa mengirim atau langsung mendatangi orang atau lembaga pemberi modal. Apabila jenis bisnis yang akan dijalankan cukup menjanjikan, bukan tidak mungkin mereka akan memberikan dana segar.

3. Memprediksi Masalah di Masa Depan

Masalah di masa depan mungkin saja terjadi, tetapi bisa diprediksi saat ini ketika Anda membuat dokumen ini. Karena masalah sudah diprediksi, Anda bisa dengan mudah mengatasinya saat muncul.

4. Dipakai untuk Melakukan Inovasi

Bisnis plan yang jelas akan memuat apa saja yang bisa dikembangkan di masa depan. Jadi, usaha yang Anda jalankan tidak akan berhenti di satu produk saja. Namun, Anda bisa mengembangkannya ke produk lain sesuai dengan perkembangan zaman.

Baca Juga: Bisnis Plan Terbaru untuk Adaptasi Menghadapi New Normal

Jasa SEO

Cara Membuat contoh bisnis Plan

Tidak semua orang tahu cara membuat bisnis plan yang baik. Untuk itu, simak cara singkat di bawah ini agar Anda bisa membuat gambaran yang tepat sebelum mengembangkannya.

1. Membuat Ringkasan dan Latar Belakang

Buat ringkasan terkait dengan jenis usaha yang akan dibuat berdasarkan visi misi usaha tersebut. Selain itu, ungkapkan juga latar belakangnya. Dua hal ini wajib ada agar bisnis yang Anda jalankan masuk akal dan tetap berorientasi pada keuntungan yang besar.

2. Analisis Produk atau jasa

Lakukan analisis pada produk yang akan dijual. Anda bisa melihat produk atau layanan yang sudah ada di pasaran atau dengan membuatnya sendiri. Selanjutnya, lakukan uji coba ke pasar untuk melihat respons. Jika responnya baik, produk bisa diproduksi massal untuk dijual.

3. Analisis Pekerja

Anda juga harus tahu jenis pekerja yang dibutuhkan dalam bisnis. Kriterianya tidak hanya orang yang ahli di bidang itu saja. Namun, mereka harus sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

4. Analisis Risiko

Risiko dari bisnis juga harus dianalisis dengan baik. Jadi, Anda sudah tahu cara menghadapi risiko agar tetap mendapatkan keuntungan serta tidak mengalami kegagalan.

5. Memahami Pemasaran

Rencana pemasaran harus jelas dalam menyusun strategic business plan . Anda harus analisis pasar di mana saja bisnis akan dipromosikan. Selain itu, jenis media atau metodenya dalam strategi pemasaran juga harus jelas agar sampai ke target pasar .

Baca Juga : Mengenal 5 Strategi Marketing Yang Efektif Untuk Bisnis Anda

Apa pun jenis usaha yang sedang Anda jalankan, jangan sesekali melupakan yang namanya bisnis plan . Buat rencana ini sejak awal agar memahami bagaimana persaingan dalam usaha dan tahu cara mengatasinya.Bisnis plan adalah blue print yang akan membuat usaha Anda mengalami kesuksesan atau sebaliknya. Jadi, pastikan untuk membuat bisnis plan dengan baik agar tidak mengalami kegagalan dan kehilangan banyak modal.

Share this post :

Ryan Kristomuljono

Related Post

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

28 Desember 2023

Kenali Konsep Low Hanging Fruit dan Penerapannya pada Bisnis

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

22 Desember 2023

Pemetaan Peluang Usaha Berdasarkan Analisis SWOT dengan Langkah-Langkah dan Contohnya

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

20 Desember 2023

Memahami Tren Bisnis Ritel di Indonesia

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

13 Tren Bisnis di Bali yang Harus Diketahui oleh Pengusaha dan Investor

Newest post.

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

03 Januari 2024

Organic Search: Definisi hingga Praktik Terbaik untuk Situs!

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

Branded Keywords: Menguak Keunikan dan Nilai-Nilai Kata Kunci Bermerek dalam SEO

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

02 Januari 2024

Hreflang: Definisi, Pentingnya, dan Cara Mengimplementasikannya di Website

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

Bagaimana Google Panda Memberi Manfaat pada SEO?

SEO Banner

  • Post Sitemap
  • Post Sitemap 2
  • Post Sitemap 3

We love who we are and we are very proud to be a part of your business.

[email protected]

+62 82133606010

Business Park Blok E2-3 , Jl.Raya Meruya Ilir No. 88, Jakarta Barat

Our Services

  • Digital Marketing
  • SEO Community
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

Team kami diperlengkapi dengan:

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

Copyright © 2012 – 2024 | toffeedev.com

jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

Memahami Pentingnya Business Plan Bagi Perusahaan

Henki Taher Juli 26, 2022 9 min read

  • Artikel Bisnis

featured image of an article titled Memahami Pentingnya Business Plan Bagi Perusahaan

Merancang business plan atau rencana bisnis dengan jelas, tepat, dan dipikirkan dengan matang merupakan langkah awal yang penting untuk mencapai kesuksesan bisnis dalam jangka panjang.

Rencana bisnis adalah tahapan penting yang tidak dapat disangkal untuk membuat perusahaan mampu berdiri.

Business plan berperan sebagai kunci untuk memperoleh pembiayaan, mendokumentasikan model bisnis, menggambarkan kondisi keuangan, dan mengubah bongkahan ide menjadi kenyataan.

Setiap perintis, pemilik usaha, investor, dan bahkan siswa sekolah bisnis membutuhkan business plan untuk memetakan masa depan bisnis.

Table of Contents

Pengertian Business Plan

Business plan adalah dokumentasi strategi bisnis yang berisi uraian terperinci tentang bagaimana bisnis akan mencapai tujuannya.

Di dalamnya terdapat penjelasan terkait model bisnis, strategi Go-to-Market , proyeksi keuangan, riset pasar dan kompetitor , tujuan bisnis, strategi marketing, hingga operasional bisnis secara keseluruhan.

Kegunaan utama dari business plan adalah untuk menggambarkan strategi organisasi dalam jangka panjang, mengamankan pembiayaan dari para investor, dan membantu memprediksi permintaan pasar di masa mendatang.

Berbagai Jenis Business Plan dan Tujuannya

Setiap tujuan (goals) yang ingin dicapai membutuhkan rencana yang berbeda-beda, begitu pula dengan business plan yang dibuat tentunya tidak akan sama.

Berikut beberapa jenis business plan yang umum digunakan untuk berbagai tujuan:

Startup Business Plan

Startup business plan termasuk salah satu jenis yang paling umum digunakan, utamanya untuk ide bisnis baru.

Rencana ini ditulis sepenuhnya dari awal dengan merujuk pada data industri yang sudah ada.

Di dalamnya mencakupi hal-hal yang terkait dengan product-market fit, evaluasi pasar, strategi marketing yang akan diterapkan, struktur organisasi, latar belakang, hingga keuangan.

Komponen-komponen ini biasanya dibutuhkan untuk menarik minat investor.

Business Acquisition Plan

Selain untuk memulai bisnis baru, business acquisition plan juga digunakan oleh sebagian investor guna mengakuisisi bisnis yang sudah ada.

Misalnya, ketika seorang investor hendak membeli bisnis yang gagal atau nyaris bangkrut untuk melakukan perubahan.

Rencana bisnis ini menjelaskan bagaimana proses akuisisi akan mengubah model operasinya, apa saja yang akan dipertahankan, dan hal-hal yang melatar belakangi keduanya.

Operations Business Plan

Operations business plan adalah salah satu rencana bisnis yang paling penting dan dibuat khusus untuk internal perusahaan.

Rencana ini meliputi hal-hal yang berhubungan dengan operasional bisnis perusahaan, mulai dari peran setiap karyawan, susunan pelaksanaan, hingga tenggat waktu operasional dalam jangka panjang.

Growth Business Plan

Growth business plan berisi detail pengembangan bisnis yang mencakupi tujuan, strategi, dan rencana untuk mencapai tujuan pertumbuhan bisnis.

Rencana ini biasanya disusun untuk satu sampai dua tahun mendatang dan dapat diusulkan baik untuk tujuan internal ataupun eksternal.

Strategic Business Plan

Strategic business plan berperan sebagai alat untuk melacak pertumbuhan, penetapan anggaran, dan persiapan untuk menghadapi perubahan tak terduga di pasar.

Strategic business plan membahas lebih dari satu strategi bisnis dan cenderung berfokus pada tujuan pertumbuhan jangka panjang.

Peran Penting Business Plan Bagi Perusahaan

Membuat business plan dapat memberikan banyak keuntungan.

Rencana tersebut dapat berfungsi sebagai outline keberhasilan dalam pencapaian bisnis.

Lebih dari itu, perusahaan akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk memahami bisnisnya sekaligus menjadi ahli di industri terkait.

Berikut peran penting business plan bagi perusahaan:

1. Mengamankan Pembiayaan dari Investor

Seperti yang sudah disinggung di awal, business plan dapat berperan penting untuk mengamankan pembiayaan dari investor.

Business plan akan memberikan gambaran tentang bagaimana bisnis akan menjadi solusi bagi kebutuhan konsumen, menghasilkan keuntungan, dan mengklaim posisi yang menguntungkan di pasar.

Pelaku bisnis dapat menggunakan dokumen ini untuk menunjukkan kepada para calon investor atau pemodal bagaimana dana mereka akan dialirkan dan membuat bisnis berkembang.

2. Menjadi “Kompas” Masa Depan Perusahaan

Rancangan bisnis yang baik akan menjadi pedoman terkait apa saja yang dibutuhkan bisnis untuk berkembang.

Informasi yang terkandung dalam dokumen ini pada akhirnya akan mengarah pada break-even point yang didukung oleh perkiraan penjualan dan proyeksi keuangan, sekaligus mengantisipasi setiap skenario yang mungkin terjadi.

Jika seorang pelaku bisnis sudah memikirkan itu semua, melacak pertumbuhan bisnis tidak akan menjadi tugas berat.

3. Mengukur Potensi Suatu Ide

Siapa saja dapat berpikir bahwa suatu ide layak untuk dieksekusi, sampai akhirnya seseorang sadar bahwa hasilnya tidak sesuai ekspektasi.

Berbeda dengan para pengusaha berpengalaman yang dapat menyadari kemungkinan tersebut setelah mendalami business plan dari suatu perusahaan.

Apakah suatu ide memang layak untuk dikerjakan?

Anda dapat mengukur potensinya menggunakan business plan.

Saat kita mendokumentasikan strategi, kebutuhan modal, hasil analisis pasar, dan proyeksi laba dari nilai investasi yang diharapkan, kita juga akan melihat beberapa kendala.

Ketika kendala sudah terlihat di depan mata, kita akan mulai menebak-nebak solusinya, dan inilah salah satu manfaat utama dari business plan.

Apakah ada solusi yang baik untuk memecahkan kendala tersebut?

Atau mungkin butuh langkah penyempurnaan agar sesuai dengan selera pasar?

Jawabannya dapat Anda temukan melalui business plan.

Apa Saja yang Harus Tercantum di Dalam Business Plan?

Setiap jenis business plan memang memiliki tujuan dan fokus yang berbeda-beda.

Kendati begitu, ada sejumlah komponen yang wajib terkandung di dalamnya.

Komponen-komponen tersebut meliputi ringkasan keseluruhan isi dokumen, kondisi keuangan, hingga kebutuhan pembiayaan.

1. Executive Summary

Hal pertama yang wajib tercantum dalam dokumen adalah executive summary atau rangkuman singkat tentang isi dari business plan itu sendiri.

Meskipun komponen ini baru dapat ditulis setelah menyelesaikan seluruh poin-poin rencana, executive summary adalah bagian pertama (dan mungkin satu-satunya bagian) yang akan benar-benar dibaca oleh para stakeholder.

Untuk membuat executive summary yang baik, jelaskan secara terstruktur mulai dari misi atau statement perusahaan, value proposition, dan tujuan dalam jangka panjang.

2. Deskripsi Perusahaan

Deskripsi perusahaan harus merinci identitas bisnis, mulai dari nama bisnis, tahun beroperasi, visi dan misi, tujuan, hingga riwayat kemitraan.

Selain itu, perusahaan juga dapat menambahkan nilai-nilai khusus atau sejarah singkat perusahaan.

Deskripsi perusahaan dalam business plan berfungsi untuk memperkenalkan bisnis Anda dengan cara yang menarik dan ringkas.

3. Produk dan Potensi Bisnis

Jika Anda membuat business plan yang akan dibagikan ke pihak eksternal, dalam hal ini investor, bagian ini harus terkesan meyakinkan.

Jelaskan bagaimana bisnis Anda akan mampu memenuhi selera dan kebutuhan pasar dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh kompetitor.

Bagian ini menjelaskan masalah spesifik yang mampu dipecahkan bisnis Anda di tengah pasar dan proses penyelesaiannya.

4. Analisis Pasar

Selayaknya konsep strategi bisnis pada umumnya, dalam business plan juga harus tercantum hasil analisis pasar.

Bagian ini mencakupi analisis kompetitor, segmenting, targeting, positioning, dan pangsa pasar.

Di bagian analisis pasar juga akan terlihat secara objektif lanskap industri untuk menentukan di mana bisnis Anda berpeluang menempati posisi tertentu.

Gunakan metode analisis SWOT untuk membuat bagian ini.

5. Target Market

Siapa target konsumen Anda?

Apa yang melatarbelakangi keputusan Anda membidik target tersebut?

Jawab pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk membuat bagian ini dalam business plan Anda.

Bagian target market harus menjelaskan demografi, psikografis, behavioristik, dan data geografis pelanggan.

6. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran Anda harus bersifat ekspansif dan fleksibel–dalam artian mampu diterapkan dengan banyak teknik di berbagai medium, baik offline maupun digital.

Namun, dalam dokumen ini cukup beri gambaran singkat tentang bagaimana Anda akan memasarkan produk atau layanan kepada target audiens diikuti dengan rencana-rencana taktis.

Selain itu, gunakan value proposition dan USP (unique selling proposition) sebagai objek utama pemasaran Anda.

7. Kondisi Keuangan dan Pembiayaan

Dalam bagian ini, uraikan secara menyeluruh terkait kondisi keuangan perusahaan saat ini, dan kondisi keuangan yang diharapkan di masa mendatang.

Bagian ini harus mampu memberikan gambaran kepada para calon investor tentang kesehatan finansial perusahaan Anda.

Aset, beban, pengeluaran, hutang, investasi, pendapatan, dan laba adalah poin-poin yang harus tercantum di sini.

Begitu pula untuk kebutuhan pembiayaan, uraikan secara rinci bagaimana Anda akan mengalirkan dana tersebut sampai perusahaan mampu menghasilkan return.

Tips Membuat Business Plan yang Efektif

Sejalan dengan komponen yang wajib tercantum dalam dokumen, yang Anda butuhkan untuk membuat business plan adalah data aktual terkait poin-poin komponen tersebut.

Kendati demikian, ada beberapa tips khusus yang patut Anda simak agar business plan dapat digunakan secara efektif:

1. Membaca Pasar Berdasarkan Kondisi Terkini

Business plan yang baik harus dibuat berdasarkan data terbaru.

Hanya dengan begitu, baik pihak internal maupun eksternal, akan mampu menentukan keputusan berdasarkan kondisi sebenarnya.

Hal ini juga berlaku untuk menganalisis kompetitor dan perilaku konsumen.

2. Menyesuaikan Gaya Penyampaian Berdasarkan Pembaca Dokumen

Siapa yang akan membaca dokumen business plan Anda?

Hal ini juga patut dipertimbangkan agar informasi dapat diterima dengan baik.

Setiap pembaca akan melihat dari sudut pandang yang berbeda, tergantung dari kepentingan masing-masing pihak.

Oleh karenanya, sebaiknya Anda membuat beberapa versi dengan gaya penyampaian yang berbeda.

Misalnya, dokumen yang ditujukan untuk calon investor individual, badan usaha pembiayaan, dan calon mitra joint venture.

3. Lengkapi dengan Bukti Pendukung

Setelah Anda menjelaskan secara rinci setiap tahapan rencana, estimasi jangka waktu, dan detail kondisi keuangan/rencana pembiayaan, jangan lupa untuk menyertakan bukti pendukung.

Bukti pendukung berupa hasil riset akan lebih berpengaruh ketimbang penjelasan yang bertele-tele, utamanya untuk mendukung klaim Anda terkait keunggulan bisnis.

Selain itu, jelaskan juga secara ringkas dan sederhana tentang metode dan data yang Anda gunakan dalam membuat riset tersebut.

Sukses Membuat Rencana Bisnis Melalui Sekolah Bisnis Pacmann

Pacmann memiliki Sekolah Bisnis yang akan membahas secara mendalam tentang bagaimana cara merencanakan strategi bisnis secara praktis dan berbasis data.

Selama 12 bulan ke depan, Anda akan dipandu oleh para pakar dan praktisi di industri terkait dalam dua level course–6 bulan fundamental dan 6 bulan advanced.

Kurikulum pembelajaran disusun secara komprehensif, dirangkum dalam satu platform eksklusif untuk mengakses seluruh materi pembelajaran, dan dilengkapi berbagai fasilitas dan dukungan akademik lainnya.

Simak informasi lebih lanjut tentang Sekolah Bisnis Pacmann di sini !

Artikel Popular

Data Engineer dan ML Engineer

Data Engineer dan ML Engineer: Perbedaan Tanggung Jawab, Skill, dan Gaji

July 23, 2023

Data Preprocessing, Langkah Awal dalam Data Mining

Mengenal Data Preprocessing: Langkah Awal dalam Data Mining

July 21, 2023

apa itu machine learning

Apa yang Dimaksud dengan Machine Learning?

Mengapa Data Scientist Digaji Besar

Ini Dia Alasan Mengapa Data Scientist Digaji Besar!

July 20, 2023

Pentingnya Business Intelligence Dashboard untuk Pengambilan Keputusan dalam Bisnis

Pentingnya Business Intelligence (BI) Dashboard untuk Pengambilan Keputusan Bisnis

July 19, 2023

Contact Form

Nama Lengkap*

Alamat Email*

Nomor Whatsapp*

Dari mana Anda mengetahui Pacmann?*

Pertanyaan yang ingin ditanyakan*

Metode pembayaran yang Anda sukai?*

Terima kasih atas ketertarikan Anda atas program Pacmann. Tim kami akan segera menghubungi Anda.

IMAGES

  1. Contoh Perencanaan Strategis Perusahaan Brain

    jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

  2. Cara Membuat Business Plan (Rencana Bisnis), Format dan Langkahnya

    jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

  3. Buku panduan-pendaftaran-beasiswa-lpdp

    jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

  4. Business Plan: Pengertian, Cara Membuat dan Contohnya

    jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

  5. 3+ Contoh Business Plan yang Sederhana, Cara Membuatnya Lengkap

    jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

  6. Definisi, Tipe Dan Cara Membuat Business Plan

    jelaskan bagaimana outline business plan yang baik

VIDEO

  1. Istilah Bisnis yang Entrepreneur WAJIB TAU! (Jangan Ngaku Entrepreneur Kalau Gak Tau Ini)

  2. Hanya 3% Penduduk Indonesia yang Menjadi Seorang Entrepreneur

  3. 09. Contoh Template Presentasi Business Plan

  4. Rencana Keluargaku

  5. Tips Paling Mudah Memilih Presiden dari Ust. #FelixSiauw #dakwah #felixsiauwterbaru

  6. Contoh PPT Business Plan yang Menarik

COMMENTS

  1. Cara Membuat Bisnis Plan yang Baik dan Benar, Ini Langkah Awal untuk

    Cara Tepat Membuat Bisnis Plan yang Baik dan Benar 1. Melakukan Riset Bisnis Riset merupakan dasar utama dalam bisnis plan yang akan kamu buat. Jadi saat kamu ingin memulai sebuah bisnis, kamu harus melakukan riset dengan sangat detail dan harus menyesuaikan dengan selera pasar.

  2. Struktur Bisnis Plan yang Ideal, Cara Membuat dan Contohnya

    Bisnis plan atau business plan merupakan dokumen dalam bentuk tertulis yang memuat rincian rencana operasional dan strategi suatu bisnis. Dokumen ini disiapkan sebelum sebuah usaha berdiri dan dipertahankan selama usaha tersebut dijalankan.

  3. 9 Cara Membuat Business Plan untuk Usaha, Cocok Bagi Pemula!

    9 Cara Membuat Business Plan untuk Usaha, Cocok Bagi Pemula! Memahami cara membuat business plan adalah hal penting jika ingin membuka usaha. Simak panduan lengkapnya yang baik dan benar di sini!

  4. Cara Membuat Business Plan (Rencana Bisnis), Format dan Langkahnya

    Business plan atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan rencana bisnis adalah dokumen tertulis yang menjelaskan terkait perencanaan bisnis yang akan dikelola, mulai dari tujuan, strategi, penjualan, pemasaran, dan perkiraan keuangan. Seorang wirausahawan membutuhkan business plan salah satunya untuk mengamankan investasi atau pinjaman dari bank.

  5. Business Plan: Pengertian, Cara Membuat dan Contohnya

    Kesimpulan Apa Itu Business Plan? Business plan adalah suatu dokumen tertulis yang menjelaskan secara rinci tentang bagaimana sebuah bisnis menentukan tujuannya dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut. Singkatnya, business plan adalah panduan bagaimana suatu perusahaan akan mencapai tujuannya.

  6. 9 Cara Membuat Business Plan yang Baik

    1. Lakukan Riset Bisnis. Ketika hendak membuat business plan, hal pertama yang harus dilakukan adalah riset bisnis. Lakukan berbagai macam analisis, mulai dari analisis produk hingga analisis peluang bisnis. Jangan sampai kamu tidak mengetahui bagaimana cara pasar bekerja, target pasar, hingga kompetitor. Lakukan analisis pasar yang komprehensif.

  7. Business Plan: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Cara Membuatnya

    Apa yang dimaksud dengan Business Plan? Menurut Hisrich and Peters (1995), Business Plan atau rencana bisnis merupakan dokumen tertulis yang disiapkan oleh pengusaha dan menggambarkan semua unsur eksternal maupun internal yang terlibat dalam memulai usaha baru.

  8. Apa Itu Business Plan: Pengertian, Manfaat, Cara Membuatnya

    Business plan yang baik harus menguraikan semua biaya yang diproyeksikan dan kemungkinan risiko dari setiap keputusan yang dibuat perusahaan. Business plan, bahkan di antara para pesaing dalam industri yang sama, jarang identik. ... Kemudian jelaskan bagaimana bisnis Anda akan mendapatkan keunggulan kompetitif dan mengapa bisnis Anda akan ...

  9. Business Plan: Jenis, Manfaat, dan Cara Membuatnya

    Business plan adalah rancangan bisnis yang berisi rangkuman operasional bisnis secara keseluruhan. Pahami jenis, manfaat, dan cara membuatnya di sini!

  10. Business Plan: Mengenal Arti, Jenis, Manfaat, hingga Cara ...

    Jadi, secara garis besar business plan merupakan penunjuk arah bagimu dalam menjalankan serta mengembangkan bisnis, baik bisnis pribadi maupun perusahaan. Jenis-Jenis Business Plan © Freepik.com Sejatinya, business plan adalah sebuah dokumen yang dapat menuntun pebisnis dan para pemilik usaha menuju kesuksesan.

  11. Panduan Menyusun Bisnis Plan Lengkap dan Contohnya

    Panduan Menyusun Bisnis Plan Lengkap dan Contohnya. Buat yang pengin terjun ke dunia bisnis, ada baiknya kamu mulai dulu dengan belajar cara membuat bisnis plan. Membuat bisnis plan alias rencana bisnis itu ibarat membaca peta terlebih dulu sebelum berangkat ke tujuan. Dengan begitu, kamu gak bakal nyasar buat mencapai tempat tujuan.

  12. Tujuan dan Cara Menyusun Bisnis Plan dengan Baik

    Kenali Bisnis Pelajari dan pahami secara menyeluruh dan mendalam mengenai bentuk, potensi, dan segala tantangan yang ada pada bisnis. Dalam tahap ini Anda bisa menggunakan teknik analisis SWOT. Ini adalah langkah awal yang sangat penting untuk membangun bisnis yang sesuai dengan keinginan dan dapat memberikan keuntungan maksimal.

  13. Business Plan: Pengertian, Manfaat, dan Tips Membuatnya

    Cara Membuat Business Plan yang Baik dan Benar. Untuk membuat business plan, kamu harus mengetahui komponen-komponen penting yang harus ada di dalamnya terlebih dahulu. ... Apabila produk yang kamu buat harus menggunakan hak paten/hak milik, maka jelaskan bagaimana cara mendapatkannya, atau tulis jika kamu sudah mendapatkannya. ...

  14. Business Plan: Pengertian, Contoh, Jenis, dan Cara Membuatnya

    Menjelaskan semua komponen business plan dengan runtut, jelas, realistis, dan merinci. Business plan adalah media bagi perusahaan untuk bisa mencapai semua target dan tujuan perusahaan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Jika target perusahaan bisa dicapai dengan baik dan sesuai, maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang maksimal.

  15. 10 Cara Membuat Business Plan, Baik dan Lengkap

    Rencana bisnis atau business plan adalah langkah paling pertama yang harus dilakukan oleh pembisnis. Menyusun business plan ibarat membaca peta sebelum Anda berangkat ke sebuah destinasi. Jika Anda melakukannya, maka Anda tidak akan membuang-buang waktu Anda yang berharga untuk tersasar ke entah berantah. Perjalanan Anda akan semakin efektif dan efisien. Demikian pula rencana bisnis, dengannya ...

  16. Panduan Lengkap Cara Membuat Business Plan dengan Baik

    Business Plan adalah dokumen tertulis yang menjelaskan secara rinci bagaimana sebuah bisnis menentukan tujuannya dan bagaimana cara mencapai tujuannya. Sebuah rencana bisnis menjabarkan peta jalan tertulis untuk perusahaan dari sudut pandang pemasaran, keuangan, dan operasional.

  17. Business Plan: Pengertian, Manfaat dan Cara Membuat

    Jelaskan dengan detail barang atau jasa Anda. Ada beberapa aspek yang harus dijelaskan dengan baik. Pertama, penjelasan tentang bagaimana cara kerja produk Anda. Kedua, pricing model yang Anda gunakan beserta alasan di balik model tersebut. ... Anda bisa menggunakan template business plan yang tersedia gratis di internet. Namun, pada intinya, ...

  18. 6 Elemen yang Harus Ada dalam Bisnis Plan

    Business plan sendiri adalah dokumen penting yang berisi tujuan dan perencanaan bisnis secara keseluruhan. Tujuan business plan tak lain dan tak bukan adalah untuk membantu arah bisnis ke depannya. Selain itu, membuat business plan juga akan berguna untuk meyakinkan investor terkait pendanaan awal bisnismu.

  19. Business Plan Adalah : Pengertian, Jenis, dan Cara Membuatnya

    Contents 1 Business plan Adalah 2 Jenis-jenis Business plan 2.1 Start-Up Business Plan 2.2 Strategic Business Plan 2.3 Operations Business Plan 2.4 Development Business Plan 2.5 Growth Business Plan 3 Cara Membuat Business Plan 3.1 1. Lakukanlah Lebih Banyak Riset Sebelum Membuat Business Plan 3.2 2. Cobalah Untuk Membuat Company Profile 3.3 3.

  20. Business Plan: Pengertian, Jenis, dan Cara Membuatnya

    1. Menjadi Perencanaan Awal Bisnis 2. Menjadi Panduan dalam Membuat Keputusan 3. Berfungsi Menawarkan Nilai Jual kepada Investor 4. Berfungsi Sebagai Sarana Komunikasi Dengan Stakeholders Apa Saja Komponen Penyusun Business Plan? 1. Ringkasan Eksekutif (Executive Summary) 2. Profil Perusahaan 3. Rencana Operasional 4. Analisis Pasar 5.

  21. Business Plan : Pengertian, Komponen, Manfaat dan Cara Membuatnya

    Apa itu Business Plan? Komponen-Komponen Business Plan 1. Ringkasan Eksekutif 2. Deskripsi Perusahaan 3. Analisis Pasar 4. Strategi Pemasaran 5. Rencana Operasional 6. Produk atau Layanan 7. Rencana Keuangan 8. Tim Manajemen Manfaat Membuat Business Plan 1. Pedoman dan Rencana Bisnis 2. Alat Komunikasi dengan Pihak Eksternal 3. Pengelolaan Risiko

  22. Bisnis Plan Adalah: Tujuan, Komponen, dan Cara Membuatnya

    Bisnis plan atau business plan adalah rencana yang dibuat sebelum sebuah usaha dilakukan. Rencana ini dibuat untuk pegangan agar bisnis tidak mengalami masalah di kemudian hari dan akhirnya gagal di tengah jalan. Memahami bisnis plan (business plan) dan membuatnya dengan baik akan membuat Anda jadi lebih mudah memahami usaha yang dijalankan.Bahkan, hal tersebut bisa digunakan untuk ...

  23. Memahami Pentingnya Business Plan Bagi Perusahaan

    Kendati demikian, ada beberapa tips khusus yang patut Anda simak agar business plan dapat digunakan secara efektif: 1. Membaca Pasar Berdasarkan Kondisi Terkini. Business plan yang baik harus dibuat berdasarkan data terbaru. Hanya dengan begitu, baik pihak internal maupun eksternal, akan mampu menentukan keputusan berdasarkan kondisi sebenarnya.